Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Waduh! Gara-gara SPBN Tak Beroperasi, Nelayan Terpaksa Membeli BBM Ilegal..?

Pemuda Maritim - Bagai buah simalakama. Mungkin ini yang dirasakan para nelayan di Bontang sejak stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di Tanjung Limau berhenti beroperasi. Sejumlah nelayan terpaksa membeli bahan bakar minyak (BBM) ilegal untuk memancing. Jika ketahuan, jerat hukum menanti mereka.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bontang Faisal saat menggelar rapat kerja dengan manajemen Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) dan PT Bontang Karya Hutamindo sebagai unit usaha yang menjalankan SPBN Tanjung Limau, Jumat (22/1) lalu.

“Sudah satu bulan SPBN tidak beroperasi, nelayan butuh makan, akhirnya beberapa mengaku terpaksa membeli BBM secara ilegal,” tegas Faisal.

Selain berisiko ditangkap, nelayan juga menderita kerugian karena BBM yang didapat secara ilegal harus dibeli dengan harga lebih mahal, kendati Faisal tak merinci berapa besarannya.

“Karena terpaksa yang mereka beli BBM itu, risikonya mereka akan ditangkap jika terbukti mendapatkan BBM secara ilegal, apa boleh buat, keluarga mereka butuh makan,” tuturnya.

Sebab itu dia menegaskan agar SPBN Tanjung Limau segera beroperasi, agar penderitaan nelayan segera berakhir.

Di dalam rapat itu Faisal memang terlihat begitu emosi dan mencecar manajemen perusda dengan berbagai pertanyaan. Dia mengatakan sudah satu bulan para nelayan silih berganti datang ke rumahnya, mereka mengeluhkan SPBN yang tak kunjung beroperasi.

“Hampir setiap hari mereka datang ke rumah, kasihan mereka tidak bisa pergi ke laut karena tidak ada bahan bakar,” tegas Faisal.

Sejak menerima keluhan itu, dia mengatakan sudah berkali-kali datang ke SPBN Tanjung Limau. Namun dia justru merasa kecewa. Pasalnya, manajemen SPBN ataupun Perusda AUJ tak pernah berada di lokasi.

“Ada sepuluh kali saya  datang ke sana, tapi tidak ada orang,” tuturnya.

Tak berhenti sampai di situ, dia pun melakukan komunikasi dengan sejumlah manajemen SPBN. Dari komunikasi itu didapatkan informasi bahwa tak beroperasinya SPBN karena tidak memilik anggaran untuk membeli BBM dari Pertamina.

“Pak Dandi (Direktur Utama Perusda AUJ, Dandi Anggodo), perusda ini sudah digelontorkan penyertaan modal hingga miliaran rupiah, masa cuma kelola SPBN yang tidak seberapa saja enggak bisa, bagaimana ini?,” tegas Politisi NasDem ini.

Sementara itu, Dirut Perusda AUJ, Dandi Anggodo menjelaskan bahwa tidak beroperasinya SPBN bukan karena persoalan anggaran. Akan tetapi, saat ini SPBN dalam masa transisi dari pejabat lama ke pejabat baru. Itu sebabnya proses transisi ini harus clear terlebih dahulu agar SPBN kembali mendapat kuota BBM dari Pertamina

“Saat ini masih melengkapi dokumen laporan pertanggungjawaban dan proses audit internal pejabat yang lama. Targetnya bulan ini selesai, bulan Februari SPBN sudah kembali beroperasi, untuk kuota normal yakni rata-rata 20 sampai 25 kiloliter per bulan,” jelas Dandi.

Soal manajemen perusda yang jarang berada di kantor, Dandi memastikan bahwa manajemen sedang melakukan tugas di lapangan.

“Kalau tidak di kantor, berarti sedang tugas luar, karena jika tidak dinas luar mereka wajib di kantor, kan sudah ada aturan mengenai persentasi kehadiran,” jelasnya.
Sumber : bontang.prokal.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply