Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Nelayan Kesulitan Sandarkan Kapal

Pemuda Maritim - Bibir Kali Cilincing, tepatnya dekat dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing, RT 12/04, Cilincing, Jakarta Utara, mengalami pendangkalan lantaran tertutup sedimen lumpur dan sampah berbulan-bulan lamanya, Minggu (31/1).

Beberapa nelayan kecil di kawasan itu mengeluhkan sulitnya menyandarkan kapal ke tepian, kala ingin melakukan pengangkutan ikan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Pantauan Warta Kota, terpantau sepanjang 100 meteran lebih dengan lebar 15-20 meter sedimen lumpur dan sampah menutupi bibir Kali Cilincing, Jakarta Utara.

Tak ayal, bau tak sedap juga menghiasi kawasan yang dihuni ratusan bahkan ribuan nelayan.

Terpantau kapal juga bersandar di tepian sedimen dan sampah yang menutup bibir Kali Cilincing.

Terlihat juga, beberapa nelayan maupun warga sekitar berjalan di tumpukan sedimen dan sampah yang mengering dan membentuk daratan itu.

Beberapa nelayan yang sedang beraktifitas di sekitaran lokasi pun mengeluhkan hal yang sama, yakni menyempitnya jalur kapal di Kali Cilincing, dan sulitnya kapal nelayan bersandar.

Mereka mengharapkan akan adanya sentuhan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk melakukan pengerukkan kali.

"Kita harapkan agar dikeruk saja pak. Jadi saat kami sudah melaut menangkap ikan, hasil tangkapan kita itu gak ringan. Beratnya ampu-ampunan. Mau gak mau, kita senderkan kapal tapi gak sampai mentok ke bibir. Tapi ya daratan sedimen lumpur dan sampah yang udah mengering ini. Kita gotong terus kita naikkan ke atas daratan (TPI) itu, rada berat juga. Lelah saja pak kalau berbulan-bulan seperti ini," ungkap Masruddin (40) warga sekitar sekaligus nelayan ikan.

Diakui Masruddin, tak sedikitpun pemerintah menoleh untuk memperhatikan kondisi Kali Cilincing yang menembus hingga ke Cakung Drain dan laut tersebut.

Masruddin pun menganggap, kondisi Kali Cilincing dalam dua hingga tiga tahun kedepan akan tertutup oleh sedimen lumpur dan sampah.

"Sampah-sampah ini dari daratan dan terbawa arus ke sini. Sehingga menumpuk dan mengering membentuk daratan. Sulitnya kita juga karena banyak kapal bersandar ke daratan tumpukan sedimen dan sampah ini, kali jadi menyempit. Sulit juga kapal kita untuk melintas. Baunya juga gak sedap kalau dihirup," ungkapnya.

Terkait permasalahan ini, belum ada tanggapan dari Rustam Effendi selaku Walikota Jakarta Utara, serta Kepala Suku Dinas (Kasudin) Tata Air Jakarta Utara, Herning Wahyuningsih, baik via telepon maupun pesan singkat.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply