Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » 150 Nelayan Asal Sumut Masih Ditahan Malaysia

Pemuda Maritim - Konsulat Jenderal (Konjen) RI untuk Penang, Malaysia, Taufik Rodhy mengatakan sekitar 150 nelayan asal Sumatera Utara (Sumut) masih ditahan akibat pihak berwajib Malaysia akibat melewati batas perairan.


Menurut Taufik, ratusan nelayan tersebut akan dipulangkan setelah melalui masa penahanan selama satu sampai tiga bulan. Menurut Taufik, pihaknya telah membangun komunikasi dengan pemerintah Malaysia sehingga masa penahanan tersebut bisa lebih cepat dari yang ditetapkan sebelumnya menurut peraturan pemerintah Malaysia.

"Hari ini kita terima tujuh, tapi masih ada 150 lagi yang masih ditahan. Nanti mereka akan dipulangkan setelah satu sampai tiga bulan melalui masa penahanan. Ini lebih cepat dibanding masa penahanan yang ditetapkan pemerintah Malaysia selama minimal setengah tahun untuk nelayan yang masuk ke batas wilayah perairan mereka," ujar Taufik saat ditemui usai menghadiri pertemuan antara Kementerian Kelautan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, DPD RI asal Sumut, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan tujuh nelayan asal Kabupaten Langkat yang telah dipulangkan setelah sempat ditahan di Malaysia, Senin (28/3/2016).

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov Sumut Zonny Waldi mengatakan akan melaksanakan tiga program sebagai hasil dari pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro tersebut.

"Yang pasti tindak lanjut dari penanganan nelayan kita. Ada tiga program, yang pertama penerbitan Kartu Nelayan. Kedua sosialisasi dan pelatihan navigasi untuk nelayan, dan nanti kami bersama DPD RI, Konsul RI untuk Penang dan Kementerian Kelautan akan mengunjungi Malaysia untuk membahas permasalahan nelayan kita," ujar Zonny.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komite II DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba. Menurut Parlindungan, para nelayan kerap melewati batas perairan negara tetangga karena disebabkan faktor ketidaktahuan nelayan tentang batas negara.

"Mereka sebenarnya pahlawan pangan kita, tapi karena mereka tidak tahu telah melewati batas perairan saja hingga ditahan Malaysia. Tapi dengan adanya tiga program yang dihasilkan tadi, mudah-mudahan bisa menjadi solusi," ujar Parlindungan.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply