Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » 17 Negara Berbagi Ilmu Antisipasi Masalah Kemaritiman, Termasuk Narkoba

Pemuda Maritim - Perwakilan badan keamanan laut dari 17 negara berkumpul di Kota Semarang dalam acara "The 7th Maritime Security Desktop Exercise" (MSDE) untuk membicarakan keamanan maritim. Salah satu yang akan dibahas yaitu tentang peredaran narkoba lewat jalur laut.

Kepala Bakamla RI, Laksda TNI Arie Soedewo, S.E., M.H. mengatakan ada seribuan lebih pelabuhan tak resmi atau pelabuhan kecil di Indonesia. Menurutnya pelabuhan tersebut cukup rawan digunakan untuk penyelundupan termasuk narkoba.

"Banyak pelabuhan putus atau tidak resmi, ini jalur masuk yang sulit  bisa diawasi. Kita sepakati, (narkoba)  musuh kita bersama, apapun, ketika bermain dengan itu (narkoba) maka akan berurusan dengan aparat penegak hukum," kata Arie di sela acara MSDE di Gumaya Tower Hotel Semarang, Senin (21/3/2016).

Ia menambahkan terkait penyelundupan narkoba lewat laut, akan dibahas dalam MSDE untuk berbagi ilmu agar pencegahan bisa dilakukan. Forum tersebut memang bertujuan untuk sharing permasalahan maritim dan saling berbagi ilmu antar negara peserta.

"Jadi akan dibahas, solve problem. Jika ada negara yang bisa rem, kita ikuti dan bagaimana pengawasannya. Tapi ya memang tidak bisa besok langsung bersih semua," tandasnya.

Arie menambahkan, di Indonesia kerjasama lembaga penegak hukum sangat diperlukan. Bakamla, lanjut Arie, melakukan pencegahan di laut dan punya wewenang menangkap. Namun proses hukumnya tetap diserahkan pihak terkait seperti BNN.

"Kita bantu pengawasan yang masuk dari laut biar tidak terjadi (penyelundupan)," tegas Arie.

Sementara itu Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Amrin Remico mengatakan pihaknya bersinergi dengan lembaga lainnya termasuk Bakamla RI. Penyelundupan narkoba lewat laut memang rawan terjadi, hal itu ditandai dengan pengungkapan beberapa waktu lalu di Jepara.

"Selama ini sudah bicara dengan staf dan direktur Bakamla. Karena patut diduga narkoba masuk lewat laut, dibuktikan pada kasus di Jepara. Mereka (gembong narkoba) tahu ketatnya di bandara maka lewat laut," kata Amrin.

Jawa Tengah sendiri memiliki kerawanan cukup tinggi mengingat garis pantai yang panjang di sisi Utara dan Selatan. Oleh sebab itu antisipasi bisa dilakukan di laut dengan mencegahnya di tengah laut sebelum merapat di pelabuhan resmi maupun yang tidak resmi.

"Jateng punya garis pantai lumayan, mulai dari perairan Tegal sampai Rembang, belum yang di Cilacap. Hutan bakau itu  tidak bisa memantau seperti di pelabuhan resmi. Seharusnya memang cegah di tengah laut saat mau ke Jateng. Yang punya wewenang adalah  Kementerian Perikanan dan Kelautan, Polisi, Bea Cukai, Angkatan laut, Bakamla bisa deteksi dini untuk membatasi ruang gerak mereka," tegasnya.

Diketahui MSDE  merupakan kerjasama dari Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan Australian Border Force. Adapun 17 negara selain Indonesia yang mengikuti pelatihan yaitu dari, Australia, Sri Lanka, Maladewa, Korea Selatan, Pakistan, Myanmar, Kamboja, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, Bangladesh, Thailand, Singapura, India, Tiongkok ditambah Hong Kong.
Sumber : detik.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply