Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Australia Kembalikan Warga Bangladesh ke Indonesia Melalui Kapal Nelayan

Pemuda Maritim - Enam migran Bangladesh tertangkap memasuki perairan Australia oleh patroli perbatasan negara itu. Mereka telah dikirim kembali ke Indonesia menggunakan kapal nelayan. “Setelah beberapa hari berlayar, kapal bea cukai Australia kemudian memasuki perairan Indonesia dan menyerahkan mereka ke kapal nelayan Indonesia,” kata Kepala polisi air Teddy John Sahala Marbun kepada AFP. 

Ia mengatakan, Enam pria asal Bangladesh dan dua awak Indonesia, berangkat dari Kupang menuju Australia pekan lalu. Mereka mencapai perairan Australia setelah tiga hari di laut dan mesin kapal mereka bermasalah. Mereka kemudian diselamatkan oleh patroli perbatasan Australia ketika perahu mereka mulai tenggelam. “Mereka memberi bahan bakar pada nelayan dan logistik lainnya, serta memintanya untuk mengembalikan mereka ke Nusa Tenggara Timur.” 

Langkah ini menuai kritik dari kementerian luar negeri Indonesia, yang menentanf kebijakan kontroversial Australia dan memperingatkan tindakan seperti itu bisa berbahaya di laut. “Kami tidak mendukung tindakan seperti itu, terutama bila dilakukan di atas air. Ini berpotensi berbahaya,” katanya Juru bicara kementerian luar negeri Indonesia Arrmanatha Nasir.

 Sementara itu, kedua warga indonesia yang membawa mereka telah ditahan di Kupang. Mereka bisa menghadapi tuduhan penyelundupan manusia, dan terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. Kapten perahu, Isai Rano mengaku dibayar 92 juta rupiah untuk membawa enam warga Bangladesh ke Australia. Petugas imigrasi masih mencari tahu, bagaiaman warga Bangladesh ini berhasil masuk ke Indonesia, sementara polisi mencari kemungkinanan adanya tersangka lain. 

Kebijakan garis keras Canberra mencegat dan mengusir setiap perahu yang berusaha mencapai Australia, tapi beberapa masih mencoba untuk melakukan perjalanan ke negara ini. Hal ini telag menyebabkan ketegangan tertentu dengan Indonesia, di mana Indonesia telah menjadi titik transit bagi banyak calon pengungsi dan migran yang akan melakukan perjalanan ke Australia.
Sumber :  rakyatku.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply