Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » DITPOLAIR POLDA NTB Operasikan Kapal Pintar

doc. news.fajarnews.com
Pemuda Maritim - Direktorat Kepolisian Perairan Polda Nusa Tenggara Barat mengoperasikan dua unit kapal patroli laut untuk melakukan patrol Ilegal fishing, bom ikan, pengejaran dan penangkapan pelaku tindak pidana diperairan. Hal-hal tersebut adalah hal yang sangat krusial jika membahas tentang kapal patroli, terlebih lagi dikaitkan dengan tugas dan fungsi yang diemban oleh Ditpolair Polda NTB.
Namun kini, kapal patrol Ditpolair Polda NTB juga bisa berfungsi sebagai perpustakaan keliling untuk membantu pendidikan anak-anak dan penduduk nelayan di pesisir Pulau Sumbawa.
Ditpolair Polda NTB tidak hanya memfokuskan diri sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga berusaha ikut andil dalam mencerdaskan anak-anak bangsa dan menjadi sahabat masyarakat pesisir melalui program Kapal Pintar yang digagas oleh Direktur Ditpolair Polda NTB, Kombes Pol Gatot Wahyudi, SH.
"Kalau kami menyebutnya sebagai kapal pintar, karena selain untuk patroli, juga memiliki fungsi dan kegunaan sebagai perpustakaan keliling," kata Dirpolair Polda NTB Kombes Pol Gatot Wahyudi di Mataram, Ahad (27/3).
Ia menjelaskan, kapal pintar ini mulai dioperasikan tahun 2016, dengan tujuan memberikan pemahaman, edukasi, dan pendidikan bagi para penduduk dan anak-anak nelayan. Khususnya, mereka yang berdomisili di sekitar pulau-pulau kecil dan pesisir Pulau Sumbawa.
"Perpustakaan keliling ini sifatnya edukasi dan pembelajaran kepada masyarakat nelayan untuk lebih mencintai, menjaga, menghargai, dan tidak merusak ekosistem di laut, terutama dengan cara-cara penggunaan bom ikan dan jaring pukat," jelasnya.
Menurut dia, kapal pintar ini dalam satu bulan beroperasi atau mengelilingi pemukiman masyarakat pesisir sebanyak 10 kali atau disesuaikan dengan berapa kali jumlah patroli yang dilakukan petugas Ditpolair Polda NTB, khususnya di wilayah Pulau Sumbawa.
Seperti kata pepatah, “sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”, maka Program Kapal Pintar itu sendiri dilaksanakan dengan memanfaatkan Kapal-kapal patroli milik Ditpolair Polda NTB yang biasa digunakan untuk kegiatan patroli rutin oleh para komandan kapal beserta ABKnya diseluruh wilayah perairan NTB, sehingga tidak perlu menambah biaya operasional dinas untuk melaksanakan tugas rutin sekaligus melaksanakan tugas mulia tersebut.
"Kita sebetulnya ingin setiap hari, tetapi karena terbentur anggaran tidak bisa secara intens dilakukan, makanya selepas operasi di laut, baru kita menyambangi desa-desa pesisir, dengan membagi-bagikan buku," katanya.
Ia menyebutkan, beberapa buku yang diberikan atau disumbangkan itu di antaranya buku bacaan yang buku kesenian, agama, olahraga, sejarah, termasuk buku-buku panduan dan undang-undang tentang menjaga ekosistem laut. "Jadi selain buku-buku bacaan, kami juga mensosialisasikan program-program kepolisian sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Polri," katanya.
Basuki mengatakan dengan dioperasikan kapal tersebut, diharapkan masyarakat khususnya nelayan NTB akan semakin tergugah untuk terus menjaga kondisi laut sehingga tidak tercemar. "Kalau ini tidak kita jaga dengan baik, maka yang dirugikan adalah masyarakat yang mencari sumber penghidupan di laut," ujarnya.
Melalui upaya pengoperasian perpustakaan keliling itu, ia berharap dapat lebih mendekatkan masyarakat dengan kepolisian sesuai dengan tugas dan fungsi pokok Polri.
kedepannya Ditpolair juga akan meluncurkan “Kapal Sehat” untuk masyarakat pesisir yang mengusung konsep yang sama dengan konsep Kapal Pintar. Jika Kapal Pintar merujuk masyarakat menjadi cerdas, pintar dan berwawasan luas, maka Kapal Sehat bertujuan untuk mengajak masyarakat menjaga kesehatan dan menjadi sehat. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan puskesmas-puskesmas terdekat dan Biddokkes RS. Bhayangkara. (AYY)

Sumber: tribratanewsntb.com & republika.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply