Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Dulu, Setiap Hari Nelayan Anambas Laporkan Ada Kapal Asing Curi Ikan, Setahun Terakhir Tak Ada Lagi

 Pemuda Maritim - ‎Langkah tegas Menteri Kelautan dan Perikanan menindak aksi illegal fishing, khususnya bagi kapal ikan asing sangat berpengaruh di Anambas.

Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian Sumber Daya Kelautan (P2SDKP) Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas Alpian mengatakan, sejak setahun terakhir laporan masuk dari nelayan yang melihat aktivitas kapal ikan asing di perairan Indonesia jauh berkurang.

‎"Semenjak satu tahun terakhir, jauh menurun. Bahkan boleh dikatakan tidak ada. Artinya, dari laporan nelayan yang melaut dari jangkauan mereka sejauh ini tidak ada," ujarnya, Minggu (20/3/2016).

Menurun Alpian, laporan masuk terkait aksi illegal fishing ini, diakui jauh berbeda sebelum adanya kebijakan Menteri Susi dengan meledakkan kapal ikan asing.

Dalam sehari, kata Alpian, ada saja laporan dari nelayan yang melihat adanya aktivitas kapal ikan asing di perairan Indonesia, khususnya Anambas.

"Sebelum ada kebijakan itu, laporan yang masuk hampir setiap hari. Ada yang dari Jemaja, Kiabu yang melaporkan adanya aktivitas Kapal Ikan Asing ini.

Nelayan-nelayan ini, melaut mulai dari sekitaran pulau di Anambas hingga daerah Boring sana," katanya.

Seperti diketahui, langkah tegas dengan menenggelamkan kapal ikan asing pada pertengahan tahun 2015, perdana dilakukan di Anambas.

Belasan kapal ikan asing yang telah ditenggelamkan, nyatanya tak membuat ciut nyali pelaku illegal fishing dalam mencuri hasil laut Indonesia ini.

Dua kapal patroli milik KKP yang meringkus dua kapal ikan asing berkewarganegaraan Vietnam belum lama ini, setidaknya menjadi bukti bahwa aksi tersebut masih ditemukan di perairan Indonesia, khususnya di perairan perbatasan seperti Indonesia. ‎

Satu dari kapal ikan asing yang kini berada di Antang Desa Tarempa Timur Kecamatan Siantan itu bahkan berukuran 10 Gross Ton (GT), tidak jauh berbeda dengan kapal nelayan tradisional kebanyakan yang berada di Anambas.
Sumber :  tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply