Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » FPIK UNPAD Gelar Kuliah Umum Bertajuk “Membangun Sektor Perikanan dan Kelautan di Era Globalisasi”

Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.Si menyampaikan materi kuliah umum

Sabtu, 19 Maret 2016, FPIK UNPAD mengadakan kuliah umum, bersama Prof. Dr Rokhmin Dahuri dan Dahlan Iskan , akan tetapi Pak Dahlan Iskan berhalangan hadir karena, sedang ada urusan lain. Kuliah umum dengan tema ’’Membangun Sektor Perikanan dan Kelautan di Era Globalisasi’’, akhirnya sepenuhnya diisi oleh Prof . Dr. Ir Rokhmin Dahuri, M.Si. yang mana merupakan Menteri Perikanan dan Kelautan (2001-2004). 

"Pertama kita harus melihat bahwa Indonesia memiliki modal dasar lengkap untuk menjadi negara maju, sejahtera dan berdaulat. Tercatat bahwa Indonesia masih menempati posisi keempat didunia sebagai negara yang memiliki penduduk terbanyak setelah China, India dan AS. Dengan adanya Sumber Daya Alam yang melimpah  dan memiliki posisi geoekonomi dan geopolitik yang strategis, mengapa tidak? 45% dari seluruh komoditas dan produk dengan nilai 1.500 dolar AS/tahun dikapalkan melalui ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) (UNCTAD 2012)" tegas Rokhmin.

"Lalu bagaimana dengan kinerja dan status pembangunan ekonomi Indonesia ? Pada awal 1970-1996 makroekonomi Indonesia masih tergolong baik namun Indonesia masih menempati  kelas pendapatan menengah kebawah. Bagaimana dengan komentar pembaca? Indonesia masih berada diposisi menegah bawah  padalah Sumber Daya Alam yang melimpah berada digaris wilayah NKRI" Lanjut Rokhmin.

Rokhmin menambahkan, "Suatu tugas besar untuk Negara ini yaitu 1)Pengangguran dan kemiskinan yang tinggi. 2) Kesenjangan penduduk kaya dan miskin melebar.  3)Kerusakan SDA dan lingkungan meluas. Mengapa demikian? Bahkan penduduk  miskin versi Bank Dunia, Indonesia tercatat (USS 2/org/hr) sama dengan 117 juta atau dengan hitungan statistika berada pada 47% hampir 50% dalam kemiskinan"

Jika menggunakan grafik maka koefisien gini menjadi cara visual dengan ketimpangan sosial yang mempengaruhi penurunan kohevisitas  sosial dan akhirnya mengguncang iklim investasi dalam negeri. Lalu apa penyebabnya? 1) Konsep pengembangunan yang keliru menjadikan paradigma pembangunan yang tidak tepat sasaran dalam pengaplikasiannya. 2) Cara etos yang lemah. 3) Kepemimpinan yang lemah.

"Lalu pergerakan seperti apa yang harus dipupuk untuk menjadikan Indonesia menjadi negara maju atau berada dirangking ke 2 penduduk dengan kesenjangan sosial yang rendah setelah singapura se- ASEAN?"tanya Rokhmin

"Meningkatkan kesejahteraan, menciptakan lapangan kerja , menghasilkan pertumbuhan ekonomi , meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM, menjaga daya dukung dan kualitas lingkungan hidup, character dan nation building adalah sebagian tujuan untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang maju  dan tidak berpangku tangan pada negara lain"tutup Rokhmin

Rokhmin Meresmikan Rumah Pakan Ikan Padjadjaran

Rokhmin selain mengisi kuliah umum, beliau juga berkesempatan untuk meresmikan Rumah Pakan Ikan Padjadjaran. (Dini R/HW)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply