Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Indonesia Terapkan Pendekatan DNA Forensik Dalam Peredaran Hiu

doc. kkp; Indonesia Terapkan Pendekatan Dna Forensik Dalam Peredaran Hiu
Pemuda Maritim -  Indonesia telah resmi menerapan pendekatan DNA forensik yang tertuang di SOP No 24 mulai dijalankan terhadap peredaran hiu yang akan di ekspor ke luar negeri. Selama bulan Januari hingga Februari BPSPL (Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut) Denpasar telah menolak 1 dari 6 sampel yang diuji DNA di Lembaga Eijkman dan Tropical Disease Diagnostic Center (TDC) Universitas Airlangga dan terbukti merupakan spesies yang dilindungi di Wilayah Republik Indonesia. Perbaikan kualitas ekspor dari Indonesia terus dilakukan perbaikan untuk mendukung Indonesia menjadi poros maritim dunia, hal ini terlihat dari kebijakan baru pemerintah terhadap larangan penangkapan Alopias pelagicus dan Alopias superciliosus yang tidaak lain merupakan spesies hiu yang dilindungi keberadaannya di wilayah Negara Republik Indonesia. Hal ini tertuang dari Permen KP Nomor Per.12/Men/2012 Tentang Usaha Perikanan Tangkap Di Laut Lepas dan Pemen KP Nomor 26/Permen-Kp/2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor Per.30/Men/2012 Tentang Usaha Perikanan Tangkap Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik. Selain itu juga mengeluarkan Permen 34/MEN-KP/2015 tentang Perubahan Atas Permen KP NO 59 Tahun 2014 Tentang Larangan Pengeluaran Ikan Hiu Koboi (Carcharhinus longimanus) dan Hiu Martil (Sphyrna spp.) 

Pendekatan DNA forensik terhadap produk hiu yang akan di ekspor merupakan langkah yang mendukung terhadap program traceability (penelusuran) bahan baku yang akan di ekspor ke negara lain. Hal ini dikarenakan banyaknya penangkapan liar terhadap berbagai spesies hiu yang dilarang. Produk ekspor dalam bentuk utuh masih mudah untuk diketahui jenis spesiesnya namun bila produk ekspor sudah dalam bentuk olahan maka akan sangat menyulitkan, oleh karena itu dengan pendekatan DNA forensik akan sangat memungkinkan mendeteksi sampai tingkat spesies terhadap produk-produk yang akan di ekspor. Penerapan pendekatan DNA nantinya akan diaplikasikan ke produk yang lain. 

Penerapan pendekatan DNA ini merupakan terobosan memiliki banyak pengaruh, selain guna menguatkan pengawasan terhadap berbagai spesies yang dilindungi yang sering dilakukan penangkapan secara liar, hal ini juga merupakan penerapan program pengelolahan konservasi yang berkelanjutan, namun di sisi lain hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia terhadap sistem yang akan dibentuk terhadap penerapan pendekatan DNA forensik terhadap program konservasi berkelanjutan, karena menyangkut banyak pihak dan penguatan di berbagai sektor. (Irma)


Sumber : KKPnews.go.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply