Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kapal Paralon Sebagai Bukti Majunya Teknologi Kapal di Indonesia


Kabar Kapal Paralon buatan PT Barokah Marine mulai senter terdengar. Kapal paralon yang diberi nama ‘Baruna Fishitama’ oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M. Nasir ini merupakan kapal paralon pertama yang dibuat di Indonesia. M. Nasir mengapresiasi karya anak bangsa tersebut. Sekarang ini, kata dia, merupakan era kompetitif dan persaingan. Maka, dibutuhkan kualitas, efisien dibanding dengan kapal-kapal lainnya.


Agus Triharsito, Direktur Utama PT Barokah Marine, menjelaskan, kapal ini berbahan dasar paralon, dengan panjang 17 meter, lebar 4,2 meter, dengan penggunaan 60 paralon. Paralon yang digunakan berdiameter 14 inchi dan 12 inchi. Lama Pengerjaan satu unit kapal 2,5 bulan, dengan mesin 70 PK yang berkapasitas tangkapan ikan maksimal 3,5 ton. 

Penggunaan bahan lokal mencapai 90%, hanya mesin yang impor dari China. Meskipun terbuat dari paralon, ketahanan kapal paralon ini dapat mencapai 50 tahun, bandingkan dengan kapal baja yang hanya sampai 25 tahun. Selain itu, dari segi ekonomi, penggunaan paralon lebih ekonomis 30% jika dibanding penggunaan bahan kayu atau baja. Kapal paralon ini juga dikenal sebagai kapal yang ramah lingkungan, karena hanya menggunakan 10% material kayu. 

Mesin yang masih impor ini sebagai tantangan Indonesia untuk membuat mesin kapal sendiri. Sumber daya manusia yang sudah mumpuni menjadi investasi awal untuk membuat mesin secara mandiri. sehingga, kapal-kapal buatan dalam negeri dapat mengunakan mesin buatan dalam negeri pula dan menyandang 100% Indonesia.

Selain itu, kapal ini juga diklaim bisa memasuki kawasan pelabuhan yang memiliki kolam pelabuhan yang dangkal. Mampu digunakan di pelabuhan perikanan yang terkena dampak sedimentasi. Sehingga, tidak terlalu mengganggu aktivitas nelayan dalam melaut dan berlabuh di pelabuhan. 
Menariknya lagi, bagian badan kapal di cat membentuk motif batik. Hal ini semakin menegaskan dan mencirikan kapal ini buatan Indonesia. Kota Pekalongan Merupakan kota Batik dan Indonesia sudah dikenal Dunia sebagai pemilik warisan budaya batik.

Operasional kapal pun lebih terjangkau. Bisa menghemat kurang lebih 50 % dari kapal konvensional. Kapal dengan tipe sejenis membutuhkan biaya perbekalan bahan bakar mencapai 1 ton. Sedangkan kapal paralon hanya membutuhkan 500 liter untuk sekali melaut. 

Peluncuran secara resmi kapal paralon ini akan menjadi semacam kado ulang tahun karena bertepatan pada peringatan hari jadi atau HUT ke-110 Kota Pekalongan pada 1 April mendatang. Meskipun baru akan di Launching tanggal 1 April mendatang, kapal ini sudah banyak dilirik oleh banyak pihak. 

 “Saat ini kapal paralon produknya tersebut sudah banyak dipesan oleh sejumlah pihak. Pemesan kapal kreasi putra daerah Pekalongan itu tak hanya berasal dari Pekalongan saja, tapi juga dari luar Jawa.” Terang Agus

Kreativitas putra daerah Indonesia memang tiada habisya. Terciptanya kapal paralon ini menjadi bukti. Kapal paralon ini menjadi symbol kemandirian pekalongan sebagai salah satu daerah pesisir sekaligus sabagai pendukung aktif mega proyek Indonesia sebagai poros maritime dunia. Adanya kapal paralon ini akan mengembangankan sektor maritim di Kota Pekalongan, khususnya di sektor galangan kapal. Diharapkan, jangka panjang kedepan bisa membuka lapangan pekerjaan lebih luas lagi, untuk kemandirian Indonesia. 

Jangka panjang dari kapal ‘Baruna Fishitama’ ini cukup menjanjikan. Terlahir sebagai kapal penangkap ikan, kapal paralon ini diharapkan tidak hanya menjadi kapal penangkap ikan. Akan tetapi, dengan adanya modifikasi dapat digunakan sebagai kapal pariwisata. Sehingga pengoperasian‎ kapal paralon ini dapat memberikan banyak manfaat. (AYY)



Sumber : daerah.sindonews.com & news.detik.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply