Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Kapal Polisi Dikepung Nelayan Pukat Harimau

Pemuda Maritim - Penangkapan terhadap nelayan kapal trawl alias pukat harimau kembali digelar personil Sat Polair Polres Sergai. Namun, ratusan nelayan ‘pukat harimau’ melawan. Di tengah laut, polisi menembaki lambung-lambung kapal nelayan yang melakukan perlawanan.

Penangkapan dilakukan di perairan Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, sekira 5 mil dari bibir Pantai Merdeka, Sabtu (13/3).

Informasi diperoleh menyebutkan, dua unit kapal Sat Polair Polres Sergai dengan jumlah 24 personel berpatroli menyusul penganiayaan terhadap Armain (35) warga Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai.

Patroli yang dipimpin Kasat Polair AKP Edi Plantino menangkap kapal trawl KM Patah Susu. Turut pula diamankan kapten kapal Mulyadi alias Imul dan dua Anak Buah Kapal (ABK) yakni Ramli (50) dan Rudi Andi alias Andi (35). Ketiganya merupakan warga Beringin, Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Batubara.

Namun saat penangkapan KM Patah Susu milik Pak Boyot (50) warga Gg Sawo, Pagurawan, Kec Medang Deras, Batubara, kapal-kapal trawl lain membagi isyarat berupa tanda asap di kapal.

Ratusan kapal trawl lainnya mengejar kapal patroli Polair. Mereka menuntut rekan mereka dilepaskan. Ratusan kapal trawl mencoba menyerang petugas Polair. Tanpa pikir panjang, tembakan dilepaskan ke udara oleh petugas Polair.

Tembakan itu tak buat nyali nelayan ciut. Aparat menembak lambung kapal-kapal trawl tersebut. Tembakan itu membuat ratusan kapal trawl kembali ke tengah laut. Sedangkan kapal trawl yang ditangkap digiring ke Mapol Air di Dusun I, Desa Tebing Tinggi, Kec Tanjung Beringin, Sergai.

Kepada wartawan, Imul tak tahu menahu soal penganiayaan terhadap Armani, nelayan tradisional Tanjung Beringin. Ayah dua anak ini mengaku baru tiga bulan menjadi tekong kapal trawl.

“Enggak tahu kalau kapal trawl ini dilarang. Karena masih banyak kapal trawl Pagurawan, Batubara aktif melaut,” ucap Imul.

Pengakuan Ramli dan Andi, mereka baru pertama kali melaut. Sebelumnya, ia bekerja sebagai buruh bangunan.

Kapolres Sergai AKBP Hernowo Yulianto yang turun ke lokasi mengatakan, patroli dalam rangka memberikan kenyamanan kepada nelayan Sergai sekaligus mencari pelaku penganiayaan Armain.

‪”Negara tidak akan kalah kepada perusak ekosistem laut. Pelaku dan kapal trawl diamankan untuk proses lebih lanjut,” tegas Hernowo.
Sumber : kriminalitas.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply