Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Mahasiswa FPIK IPB Bersama Bogor Ciliwung Community, Gotong Royong Bersihkan Sungai Ciliwung

Kegiatan Pungut Sampah Di Sungai Ciliwung
Pemuda Maritim - Banyaknya permasalahan lingkungan perairan di Indonesia yang saat ini sudah naik kepermukaan masyarakat, memicu banyaknya gerakan dari komunitas-komunitas lingkungan, khususnya lingkungan perairan. Gerakan-gerakan ini perlu mendapat dukungan dari banyak stalkeholder. Salahsatu permasalahan lingkungan perairan di Indonesia yaitu, sampah di perairan, salahsatunya di Sungai. Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor bekerjasama dengan Komunitas Peduli Ciliwung Bogor mengadakan kegiatan bersih-bersih Sungai Ciliwung yang diadakan rutin setiap minggunya. Kegiatan ini diberinama “Blue Green Action” yang bermaksud untuk mengajak mahasiswa FPIK berkontribusi dalam mengembalikan fungsi ekologis salahsatu perairan di Indonesia. Sungai merupakan salahsatu urat nadi Indonesia, dan perairan yang paling dekat dengan masyarakat, pengaruhnya pun cukup besar dalam segi fungsional.

Pada hari Sabtu, 12 Maret 2016, kegiatan bersih-bersih Sungai Ciliwung dilakukan di segmen 2 DAS Ciliwung didepan mesin pencacah plastik KPC Bogor, Sempur, kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang dilakukan antaralain, kegiatan pungut sampah di Sungai Ciliwung dan sharing bersama Komunitas Peduli Ciliwung Bogor. Jenis sampah yang terkumpulkan bervariasi, yang paling mendominasi adalah sampah plastik dan sampah B3. 

Sampah yang terkumpul dalam karung
Kegiatan pungut sampah bersama Komunitas Ciliwung Bogor dan beberapa warga sekitar menghasilkan 21 karung sampah. Jumlah sampah yang berada di sekitar Sungai Ciliwung masih sangat banyak, terutama sampah plastik bahkan ditemukan sampah pembalut popok bayi. Hal ini berhubungan dengan mitos yang beredar di masyarakat yaitu, mitos membakar popok bayi atau pakaian anak akan menimbulkan dampak negatif, kepercayaan turun-temurun tersebut telah banyak dipercaya oleh masyarakat, selain itu, jika sampah pembalut popok bayi dibuang di Sungai, maka bayi menjadi tenang. Kepercayaan seperti ini justru membuat dampak yang besar terhadap kerusakan Sungai. Maka dari itu, perlu adanya edukasi terhadap masyarakat mengenai mitos-mitos yang tidak benar dan justru merusak alam sekitar. 

Kegiatan ini sangat diharapkan dapat mendorong banyak stalkeholder untuk bergerak membantu komunitas-komunitas lingkungan. Hal kecil jika dilakukan secara bersama-sama akan berdampak besar dikemudian hari. 

(Rahayu/HW)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply