Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Nelayan Asal Pontianak Bikin Konverter Kit Pertama Berstandar SNI

Pemuda Maritim - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menargetkan penggunaan bahan bakar gas (BBG) sebagai bahan bakar nelayan kecil segera dapat direalisasikan. Tidak tanggung-tanggung, ada sekitar 600.000 kapal nelayan yang akan dipasangkan program konversi bahan bakar dari BBM ke BBG selama lima tahun.

Sebagai solusi merealisasikan mimpi tersebut, Amin Ben Gas penemu konverter kit pertama yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Nelayan asal Pontianak, Kalimantan Barat bersama produsen Fajar Cipta Wacana (FCW) memproduksi konvertir kit untuk nelayan. SNI ini diberikan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Konvertir kit ini dibuat Amin yang membantu para nelayan lainnya agar ongkos mencari ikan lebih murah. Sebab, dengan menggunakan gas elpiji 3 kg, nelayan dapat menghemat ratusan ribu per bulan untuk mencari ikan daripada menggunakan BBM.

Apalagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG/elpiji untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil. Sasaran penyedian dan pendistribusi

"Ini sudah dapat SNI. Mengikuti arahan pak Jokowi menggunakan TKDN. Ini konverter kit pertama buatan lokal yang ber-SNI," kata Amin, Jakarta, Rabu (16/3).

Amin menambahkan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung para nelayan menggunakan gas elpiji 3 kg untuk melaut mencari ikan. Dengan menggunakan gas elpiji 3 kg dapat membuat nelayan melaut hingga jarak 4 mil.

Untuk itu, dia berharap, pemerintah mendukung upayanya dalam meningkatkan produk dalam negeri agar mampu bersaing dengan konverter kit impor.

"Kami sudah bertemu dengan bu Susi, mereka dukung kami gunakan gas elpiji untuk mencari ikan. Konvertir kit ini juga yang menciptakan nelayan sendiri, jadi adanya kearifan lokal," jelasnya.

Diakui Amin, menggunakan gas elpiji 3 kg lebih hemat dibandingkan menggunakan BBM. Hal ini sangat membantu para nelayan.

"Kita pakai gas. Ada selisih ekonomis yg besar. Gas elpiji 3 kg itu setara 10-15 liter premium. Harga satu tabung Rp 17.000. Kalau gunakan Premium yang sekarang Rp 7.000 kalikan saja. Pemakaian gas lebih murah. Kalau elpiji tidak disubsidi, itu masih murah," pungkas dia.
Sumber : www.merdeka.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply