Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Nelayan Budidaya di Siantan Khawatir Kehilangan Rekanan dari Hong Kong dan Cina. Ini Alasannya

Pemuda Maritim - Nelayan budidaya di Desa Air Sena, Kecamatan Siantan Tengah khawatir adanya surat edaran tentang Kapal Pengangkut Ikan Hasil Pembudidayaan Berbendera Asing (SIKPI-A) oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) membuat mereka kehilangan rekanan.

Selama ini, mereka sangat bergantung pada rekanan di Hong Kong dan Cina untuk hasil budidaya mereka, namun dengan adanya surat edaran itu, besar kemungkinan mereka mencari rekanan lain.

"Kalau sampai lepas bisnis ini, tentu susah juga. Paling tidak, kepercayaan perlu dibangun kembali kalau mereka sampai mencari rekanan baru," ujar Dodo, satu dari nelayan budidaya di Siantan, Minggu (27/3/2016).

Seperti diketahui, dalam surat edaran nomor 721/DPB/PB.510.S4/II/2016 itu disebutkan terdapat beberapa poin di antaranya menghentikan operasional bagi kapal pengangkut ikan hasil pembudidayaan berbendera asing dengan sejumlah ketentuan.

Mulai dari tidak melakukan penerbitan izin SIKPI, melakukan perpanjangan, hingga pencabutan terhadap SIKPI yang masih berlaku.

"Orang Hong Kong memanggil saya. Pada intinya, meminta kejelasan. Kemungkinan mencari partner ke negara lain itu pun ada," katanya.(*)
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply