Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Nelayan Diancam Penambang Pasca Penertiban TI Apung

Pemuda Maritim - Pasca penertiban ponton TI apung di Perairan Toboali, Bangka Selatan, beredar isu nelayan di kawasan merasa terancam.

Danpos TNI AL, Letda A Wibowo menakui telah mendengar isu itu setelah banyak penanmbang kehilangan pekerjaannya.

"Nelayan sudah mulai terancam, karena mereka, pekerja eks penambang mulai mengganggu nelayan," kata Wibowo, saat ditemui di Pos TNI AL Toboali, Jumat, (18/3).

Meski sudah mendengar kabar tersebut, namun Wibowo mengaku belum menerima laporan dari nelayan yang digaganggu saat turun melaut.

"Belum ada laporan resmi. Setelah TI tutup, mereka merasa TI ditutup ini gara gara kalian (nelayan). Tetapi apabila ditemukan yang namanya perampokan akan kami tangkap, apabila melawan akan kami eksekusi di lapangan," ujarnya menegaskan.

Hingga Jumat kemairn, pihak TNI AL terus memantau proses pembongkaran ponton. Telah puluhan ponton yang dipindahkan dan bongkar oleh pemiliknya.

"Waktu pembongkaran dilakukan sampai Minggu ini. Kami tunggu saja, tetapi kami lihat sebagian dari mereka sudah ada yang dibongkar seperti di perairan Sungai Bantil arah kubu, dan perairan Kelambui sudah berkurang. Awal pertama 60-an ponton, setiap harinya berkurang, untuk tindakan penertiban selanjutnya kami tergantung pihak pemda," paparnya.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply