Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Nelayan Peroleh Jaminan Kepastian Usaha

Pemuda Maritim - Rancangan Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa, 15 Maret 2016. Sepuluh fraksi yang hadir dalam rapat paripurna satu suara menyetujui RUU untuk disahkan menjadi undang-undang.

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengatakan, proses perancangan undang-undang telah melalui berbagai proses pembahasan. RUU ini merupakan inisiatif DPR dan dalam pembahasan, terdapat 454 daftar inventarisasi masalah (DIM).

"Pada 3 maret, ada rapat mini fraksi. Dalam rapat, fraksi sepakat RUU dibawa ke paripurna untuk disahkan hari ini," ujarnya dalam pidato sambutan.

Dia mengatakan, UU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam merupakan kontribusi nyata bagi perlindungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Menurutnya, permasalahan yang ada selama ini ialah masih banyak potensi yang nilai tambahnya belum termanfaatkan. "Ancaman ketersediaan bbm, pencurian ikan, iklim, jaminan penyakit, ketersediaan benih adalah masalah yang masih melanda mereka," katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyambut baik disahkannya UU tersebut. Menurutnya, UU tersebut menjadi payung hukum untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, petambak garam, dan pembudidaya ikan.

"Kita harus menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Melalui UU ini, diharapkan mereka dapat meningkatkan produksinya dengan pemanfaatan sumber daya alam yang ada," katanya.

Menurut Susi, poin yang terdapat dalam undang-undang antara lain, penyediaan sarana prasarana perikanan, jaminan kepastian usaha, jaminan risiko penangkapan ikan, penghapusan ekonomi biaya tinggi, akses mendapatkan ilmu pengetahuan teknologi, dan sebagainya.
Sumber : www.pikiran-rakyat.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply