Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Nelayan Sabang Keluhkan Kurangnya Ketersediaan Es

Pemuda Maritim - Para nelayan di Kota Sabang, sejak sebulan terakhir ini mengeluh. Karena tidak tersedianya es batangan dengan cukup. Akibatnya, banyak ikan hasil tangkapan membusuk bahkan ada yang terpaksa dibuang ke laut.

M Haris, seorang toke bangku di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pasiran, Gampong Kuta Timu kepada Serambi di TPI Pasiran, Selasa (1/3) mengatakan, hasil tangkapan nelayan dalam sebulan terakhir ini melimpah. Tapi, sangat disayangkan, hasil tangkapan itu tidak bisa menambah penghasilan para nelayan. Bahkan juga tidak bisa menutupi biaya operasional selama melaut.

Sebab, ikan-ikan hasil tangkapan nelayan itu tidak bisa diawaetkan sementara karena tak ada es batang. Sementara para pedagang lokal sendiri enggan membeli, meski ikan jenis dencis itu dihargai Rp 100.000/keranjang.

Ditegaskan, tidak tersedianya es batangan menyebabkan para pedagang tak bisa menyimpang ikan, meskipun untuk satu hari saja. Bahkan akibat dari itu, tambah Haris, tidak sedikit para nelayan yang terpaksa membuang  hasil tangkapannya ke laut karena membusuk.

Sementara es batangan yang selama ini didatangkan dari daratan juga tidak masuk, karena cuaca buruk. “Cuaca buruk sehingga terkendala juga upaya mendatangkan es batangan dari Banda Aceh atau Aceh Besar,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, para nelayan di Sabang mendesak Dinas Kelauatan Perikanan (DKP) untuk segera mengfungsikan kembali pabrik es di Pasiran yang sudah diperbaiki itu. Sehingga para nelayan di Pulau Weh itu tidak perlu harus membeli es batangan dari daratan dengan harga cukup mahal, yaitu Rp 50.000/batang. “Untuk apa bantuan begitu banyak. Sementara pabrik es yang dibutuhkan nelayan sebagai bahan untuk menyimpan ikan belum juga difungsikan, “katanya.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply