Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Nelayan Tolak Pembangunan Pelabuhan Batubara di Cirebon

Pemuda Maritim - Rencana pembangunan pelabuhan batubara di Kabupaten Cirebon, mendapat reaksi dari sejumlah tokoh nelayan di wilayah pesisir Gebang, Astanajapura dan Losari. Karena mereka menilai dampak negatifnya lebih besar ketimbang keuntungan yang diperoleh.

Seperti dikatakan tokoh nelayan Gebang, H Dede Mustofa Effendi. Dirinya mengaku, dengan adanya pelabuhan batubara nanti paraa nelayan akan kesulitan mendapatkan hasil laut, baik ikan, rajungan maupun yang lainnya. Sehingga, perlu ditinjau kembali rencana pembangunan pelabuhan batubara di pesisir Kabupaten Cirebon.

Tokoh nelayan lainnya, H Eddy Syamsuri, mengungkapkan, dengan adanya pelabuhan batubara dikhawatirkan menyebabkan ikan banyak yang mati dan merusak biota laut. Di samping itu, dari segi pencemaran udara batubara yang mengandung zat beracun dapat mengganggu pernafasan. Salah satunya, Infeksi Saluran Pernafassan Akut (ISPA).

“Selain berdampak pada lingkungan, juga akan sangat mengganggu keberadaan para nelayan. Lihat saja, jika pelabuhan batubara itu sudah beroperasi, akan banyak kapal tongkang batubara yang hilir mudik di perairan Kabupaten Cirebon. Ini akan mempersulit nelayan yang sedang mencari ikan dan lalu lintas di jalur masuk maupun keluar kapal yang akan bersandar di dermaga,” ujarnya, dikutip dari KC Online, Rabu (16/3/2016).

“Pemkab jangan hanya melihat sisi pendapatan daerah, tapi harus melihat sisi kemanusiaan dan dampak lingkungan serta pencemaran udara yang akan ditimbulkan. Belum lagi, tumpahan batubara dan debu, tentunya akan merusak jaring para nelayan dan lambat laun nelayan akan kehilangan mata pencahariannya,” ungkapnya.

Senada dikatakan Ketua Persatuan Nelayan Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Sarjum. Menurutnya, rencana pemkab yang akan membangun pelabuhan batubara akan berdampak buruk bagi nelayan. Sehingga para nelayan akan kehilangan mata pencahariannya.

“Adanya PLTU I saja sudah sangat memengaruhi hasil tangkapan para nelayan pinggiran desa ini. Terutama untuk mendapatkan jenis kerang. Apalagi akan dibangun PLTU II dan pelabuhan batubara, para nelayan harus mencari ikan lebih jauh lagi dari bibir pantai,” paparnya.

Dikatakan Sarjum, semenjak ada PLTU, para nelayan mencari ikan, kerang dan sejenisnya ke bagian timur hingga Jawa Tengah yang jauh dari PLTU. Karena, bagian barat sudah ada pelabuhan batubara milik Kota Cirebon dan PLTU.

“Misalkan ada pelabuhan batubara di sekitar Pangenan dan Gebang, jelas wilayah tangkapan kami sebagai nelayan pinggiran akan semakin jauh dan semakin sulit nasib nelayan,” katanya.

Sementara itu, tokoh nelayan muda dari Kecamatan Losari, Ridwan BJ menilai, rencana pembangunan pelabuhan batubara membuktikan pemda dan legislatif kurang memahami potensi lokal daerahnya.

“Kurang ada manfaat yang signifikan dengan adanya pembangunan pelabuhan batubara di Cirebon timur. Kalaupun alasannya untuk peningkatan pendapatan daerah, tentunya tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.
Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply