Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Pemerintah Jangan Tutup Mata pada Nasib Nelayan

Pemuda Maritim -  Pemerintah diminta untuk tidak menutup mata pada masalah dan nasib yang menimpa para nelayan di Tanah Air. Hal ini terkait kebijakan Menteri KKP Susi Pujiastuti yang melarang alat tangkap cantrang, hingga kini nasib nelayan menjadi tidak jelas dan kian terpuruk.

"Kebijakan Menteri Susi membuat para nelayan kian merana. Mereka kini sulit melaut. Nelayan kita hanya untuk bertahan hidup. Kalau mereka protes, jangan disikapi dengan arogan dan represif," tegas anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo, Selasa (22/3) pagi.

Larangan penggunaan cantrang itu telah diadukan nelayan ke Ombudsman RI. Bahkan Ombudsman telah mengeluarkan rekomendasi resmi agar kebijakan pelarangan itu dicabut sebab membuat nelayan tidak bisa melaut dan menangkap ikan untuk kebutuhannya.

Nelayan juga sudah mengadukan masalah itu kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, dan juga kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, namun belum ada tindakan yang konkrit yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan nelayan.

Selain mengadu ke Ombudsman, DPR dan Wakil Presiden, nelayan juga sudah melakukan langkah hukum melalui Mahkamah Agung (MA) agar pelarangan alat cantrang itu dicabut.

"Namun dari informasi yang saya peroleh, nelayan kalah di MA," ujarnya.

Menurut Firman, banyak kebijakan yang dikeluarkan Menteri Susi yang bertentangan dengan para nelayan. Undang-undang yang sudah disahkan pun tidak dijalankan oleh menteri.

"Permen yang dikeluarkan kan bertentangan dengan konstitusi. Nelayan menyampaikan aspirasi pun dilarang dan malah ditangkapi dan diperlakukan represif. Untuk mempertahankan hidupnya pun tidak diperbolehkan. Selama ini nelayan mempertahankan hidupnya dengan sederhana saja, ya pakai cantrang, tak ada masalah,” tegasnya.
Sumber : www.beritasatu.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply