Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » PT Sanjaya Fishery Akan Gandeng LPPMHP Cek Hasil Laut dari Nelayan

Pemuda Maritim - Terkait masih ditemukannya hasil laut berupa kepiting rajungan berformalin yang ditemukan di PT Sanjaya Fishery ternyata juga menjadi perhatian pihak perusahaan pengelolaan hasil laut ini.

Menurut Manajer Pabrik, Hongli pihaknya sama sekali tidak tahu, ada produknya yang berformalin.

"Kita tidak tahu ada formalin di kepiting itu, kita belinya dari nelayan di Sadai. Kalau tau berformalin, kita juga tidak akan beli," dalihnya.

Kedepan lanjutnya, pihaknya akan lebih ketat dalam membeli produk hasil lau dari nelayan, bahkan pihaknya akan bekerjasama dengan pihak LPPMHP, untuk mengajari dan mengecheck langsung, apakah hasil laut yang mereka beli berformalin atau tidak,"

" Kita akan kerjasama dengan LPPMHP, untuk check langsung dengan ambil sample. Apabila tidak ada, kita beli, tetapi kalau ada, kita batal beli. Nanti mereka yang ajari kita, ambil samplenya," ucap Hongli.Sebelumnya, seperti diberitakan bangkapos.com beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil uji monitoring yang dilakukan Laboratorium Pengunjian, Pengendalian Mutu Hasil Perikanan, (LPPMHP) Provinsi Babel beberapa waktu lalu, di sejumlah tempat mulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pasar hingga perusahaan pengelolaan ikan di Pangkalpinang, masih ditemukan ikan berformalin.

Hal ini, terungkap dalam rapat penyampaian hasil uji monitoring yang dilakukan LPPMHP, Komisi II DPRD, DKP Kota Pangkalpinang beberapa waktu lalu di DPRD Kota Pangkalpinang, Selasa (01/03/2016).

Dari pertemuan tersebut, berdasarkan surat pengantar No : 045/006/LPPMHP/2016 yang ditebuskan, ke Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang.

Di Pangkalpinang masih ditemukan ikan Kembung berfomalin di TPI ketapang, Ikan Tabu Gendang di Pasar pembangunan, ikan Ciu, dan Hapau di Pasar rumput.

Selain itu, juga ditemukan, Kepiting Rajungan yang mengandung formalin di dua perusahaan pengelolaan ikan, SSPB dan Sanjaya Fishery.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply