Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Sekilas IGF Code, Regulasi IMO untuk Kapal Berbahan Bakar Gas

Pemuda Maritim -Organisasi Maritim Internasional (IMO) sudah memberlakukan regulasi lingkungan yang ketat mulai awal tahun 2015 lalu, dimana emisi SOx dan NOx dibatasi maksimal 0.1% untuk kawasan ECA (Emmision Control Area). Aturan IMO tersebut akan diberlakukan secara global mulai tahun 2020, namun dengan batasan emisi (SOx dan NOx) yang lebih longgar, yaitu maksimal 0.5%.

Regulasi IMO di atas mendorong tumbuhnya kebutuhan akan teknologi yang mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan emisi mesin kapal. Pilihannya hanya dua, yaitu teknologi LNG propulsion, artinya menggunakan bahan bakar rendah karbon (Low Sulphur MGO atau LNG). Pilihan kedua adalah mengadopsi teknologi scrubber, dengan tetap menggunakan HFO sebagai bahan bakar.

Secara ekonomis, untuk kapal baru (new build) teknologi LNG Propulsion lebih menguntungkan. Diperkirakan total cost LNG propulsion lebih rendah hingga 40% dibanding menggunakan MGO (low sulphur) dan HFO dengan Scrubber.

IGF Code

Terkait dengan opsi pertama, yaitu LNG Propulsion, adalah istilah untuk kapal yang menggunakan LNG (gas alam cair) sebagai bahan bakar mesin penggeraknya, atau dapat kita sebut kapal BBG (Bahan Bakar Gas). Saat ini di dunia populasi kapal BBG tidak sampai tidak lebih 100 unit, namun jumlah ini diperkirakan terus bertambah termasuk di Indonesia.

Sejalan dengan itu, Maritime Safety Committee (MSC) pada sidang ke-95 nya pada bulan Juni 2015 mengadopsi IGF Code ini melalui amandemen chapter ll1, ll-2 dan lampiran pada Annex SOLAS 1974 oleh resolusi MSC.391(95) dan MSC.392(95). Baca publikasi IMO tentang IGF Code.

IGF Code adalah sebut pendek dari “lntemational Code of Safety for Shrps Using Gases or olher Low-Flashpoint Fuels” atau Aturan Keselamatan lnternasional untuk Kapal yang menggunakan Bahan Bakar Gas atau Bahan Bakar dengan Titik nyala rendah). IGF Code akan berlaku efektif pada 1 Januari 2017 setelah berlakunya amendemen terhadap Chapter ll1 ,ll-2 dan lampiran pada Annex SOLAS 1974.

IGF Code mencakup semua hal yang harus diperhatikan secara khusus dalam penggunaan gas atau zat dengan flashpoint rendah sebagai bahan bakar. Di dalam aturan tersebut, terdapat kriteria tentang pengaturan dan instalasi mesin penggerak (utama) dan mesin bantu yang menggunakan bahan bakar gas. Tujuannya agar tingkat keamanan kapal BBG setara dengan kapal dengan bahan bakar konvensional.

Dokumen IGF Code terbagi 4 (empat) bagian atau Part, yaitu:

Dengan demikian seluruh kapal BBG yang dibangun pada atau setelah 1 Januari 2017, wajib mengikuti aturan ini. Selain itu, IGF Code juga berlaku bagi kapal yang pada atau setelah 1 Juli 2017 masih dalam tahap pembangunan. Atau kapal yang selesai pembangunannya pada atau setelah 1 Juli 2019.

Untuk kapal yang dibangun sebelum 1 Januari 2009 yang kemudian dikonversi ke penggunaan bahan bakar gas pada atau setelah 1 Januari 2017, maka Kapal tersebut harus diperlakukan sebagai kapal yang menggunakan bahan bakar gas pada tanggal dimulainya konversi tersebut.

Namun, IGF Code ini tidak berlaku bagi kapal pengangkut gas (lng/cng carrier), karena sudah diatur oleh IGC Code. Termasuk jika kapal tersebut menggunakan muatannya sebagai bahan bakar, sepanjang sudah memenuhi IGC Code (untuk gas sebagai muatan), maka tidak termasuk yang diatur oleh IGF code.

Kemudian, IGF Code hanya untuk kapal niaga, sehingga kapal yang dimiliki atau dioperasikan oleh Pemerintah, termasuk kapal perang, dan digunakan untuk layanan non-komersial, tidak diwajibkan mengikuti aturan di atas.

Di Indonesia, IGF Code sudah diadopsi oleh BKI (PT. Biro Klasifikasi Indonesia), BUMN jasa klasifikasi kapal sejak bulan Oktober tahun 2015. BKI mengembangkan Guidlines for the Use of Gas as Fuel for Ships (pedoman untuk penggunaan gas sebagai bahan bakar kapal) dengan mengacu pada IGF Code dan peraturan yang terkait lainnya.
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply