Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Sekilas Mengenai LNG, Gas Alam Cair

Pemuda Maritim -Cadangan gas alam ditemukan di banyak negara seperti Qatar, Aljazair, Australia, Rusia, Iran, Indonesia dan beberapa negara di Afrika Timur. Namun di negara-negara tersebut, kebutuhan gas domestiknya rendah atau memilki kemampuan beli yang rendah, sehingga gas dijual dengan harga rendah.

Sementara, ada negara-negara lain seperti Jepang, Korea dan beberapa negara-negara Eropa Barat, termasuk Amerika Serikat (sebelum ada penemuan Shale Gas) yang memiliki ‘demand’ gas yang besar. Negara ini mengimpor gas dengan harga yang jauh lebih menarik. Umumnya, gas impor digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.

Jarak antara kedua kelompok negara di atas sangat jauh, sehingga distribusi gas melalui pipa akan sangat mahal. Cara yang paling mungkin adalah dengan mencairkan gas Metana, komposisi terbesar gas alam, hingga ke 259 ° F alias minus 162 ° C. Dengan fase cair, untuk berat metana yang sama, volume-nya 1/625 kali lebih kecil dari fase gas.

Gas alam cair ini (LNG) kemudian ditempatkan di tanki khusus, dimana suhu dipertahankan pada titik didih gas metana di atas, dan diangkut melalui kapal yang dirancang khusus untuk itu, LNG Carrier atau LNG Tanker.

Jadi, LNG pada dasarnya adalah metode allternatif untuk mengirim gas alam dari produsen ke konsumen. Cara lain yang lebih umum adalah melalui pipa. Indonesia termasuk eksportir LNG terbesar ke-empat di dunia, dengan hampir semua LNG yang diproduksi diekspor, terutama ke Jepang, Korsel, Taiwan dan China.

Rantai suplai LNG, dari produksi hingga konsumen direncanakan secara terintegrasi dan dengan kontrak pembelian jangka panjang.
Karakteristik LNG :
  1. Dengan volume 625 kali lebih kecil dibanding gas alam, transportasi (via kapal LNG Carrier) lebih feasible karena membutuhkan ruang simpan yang jauh lebih kecil (1/625) dibanding saat berwujud gas.
  2. LNG sebagian besar terdiri dari metana, yang tidak mengandung sulfur dan bahan ikutan lain merupakan bahan bakar yang bersih, ramah lingkungan, rendah emisi dan tidak menimbulkan kerak dalam ruang bakar.
  3. Berat jenis gas LNG lebih rendah dari udara sehingga apabila terjadi kebocoran, gas LNG akan naik ke udara.
  4. Tidak beracun dan tidak berbau.
Satuan LNG

Dalam dunia LNG, kapasitas kilang LNG (LNG Plant) biasanya dinyatakan dalam juta metrik ton per tahun (mt / y atau mtpa). Satu ton metrik setara dengan 1.000 kg atau 2.204,6 lbs. Kapasitas angkut LNG Carrier atau LNG Tanker biasanya dinyatakan dalam meter kubik cair (m3), atau cbms. Dimana 1 m3 fluida cair adalah 264 galon atau 6,29 barel, dan 1 mt LNG = 2.21 m3 LNG.

Densitas LNG adalah 1.040 lb/m3 atau 3,94 lb/gal, sedikit kurang dari satu-setengah kepadatan air. Saat LNG menguap menjadi gas, volume-nya mengembang sekitar 625 kali, maka 1 mt LNG setara dengan 1, 380 m3 gas alam atau 48, 735 ft3 gas alam.

Jika kita terapkan di Blok Masela, dengan kapasitas LNG plant sebesar 7,5 mtpa (sesuai usulan revisi POD terakhir), maka kapasitas sebesar itu setara 1.000 MMSFCD gas alam, dan mampu menghidupi pembangkit listrik tenaga gas hingga 5.000 MW.

Berapa valuasi ekspornya? Dengn asumsi harga LNG 15 Dollar per mmbtu, dan DMO (Domestik Market Obligation) sebesar 25 persen, maka nilai ekspor LNG Blok Masela sebesar (100%-25%) x USD 15 per mmbtu x 1000 mmbtu/MMSCF x 1000 MMSCFD, alias sebesar 11,25 juta Dollar per hari.
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply