Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » TNI AL bantah tembaki kapal nelayan Taiwan di Selat Malaka

Pemuda Maritim - Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Kolonel Laut (P) Edi Sucipto mengatakan jika pihak AL memiliki nomor lambung kepala 3 dan 9.

"Kalau pihak AL, kami punya nomor lambung kepala tiga dan sembilan, dan penomoran tersebut hanya tiga digit," ucap dia saat dhubungi merdeka.com melalui sambungan telepon, Selasa (22/3).

Edi menjelaskan nomor lambung kepala tiga merupakan satuan kapal escorta, sedangkan nomor sembilan merupakan kapal bantu.

"Kapal dengan nomor lambung kepala tiga merupakan satuan kapal escorta, empat untuk kapal selam, lima kapal angkut, enam kapal cepat, tujuh kapal ranjau, delapan kapal patroli dan sembilan kapal bantu. Tidak ada KRI yang nomor kapalnya dua dan memiliki lebih dari tiga digit," lanjut dia.

Sebelumnya diberitakan, awak dua kapal nelayan berbendera Taiwan menuntut pemerintah Indonesia dan aparat TNI AL untuk meminta maaf. Mereka mengklaim ditembaki saat melewati Selat Malaka.

Kedua kapal tersebut bernama 'Sheng Te Tsai' dan 'Lien I Hsing No.116', yang merupakan anggota Asosiaso Nelayan Liuchiu. Kelompok itu mengaku ditembaki pada Senin pagi waktu setempat.

Para awak mencatat setidaknya 10 lubang peluru di badan kapal, kendati tidak ada orang yang cedera. Mereka menduga penembakan tersebut tidak sesuai dengan norma maritim biasa, ketika kapal yang diduga melanggar wilayah diberi tembakan peringatan.

Nelayan Taiwan membaca kode '2804' dari badan kapal militer yang menembaki mereka. Kode itu disebut milik TNI AL.

Lokasi kapal dari Liuchiu itu sedang berada pada 6 derajat 15 menit lintang utara dan 97 derajat 40 menit bujur timur ketika penembakan terjadi. Tepatnya, 200 kilometer di sisi barat Pulau Langkawi.

Wilayah itu disebut masuk perairan internasional di Samudra Hindia, sehingga tidak ada alasan kapal mereka ditembaki.
Dua kapal nelayan berbendera Taiwan yang ditembak menuntut pemerintah Indonesia dan aparat TNI Angkatan Laut untuk meminta maaf. Nelayan Taiwan membaca kode '2804' dari badan kapal militer yang menembaki mereka, dan kode tersebut disebutkan milik TNI AL.
Sumber : www.merdeka.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply