Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » APMI, Komunitas Asa Edu dan UKM Napza Berikan Sosialisasi Bahaya Narkoba Di Wilayah Pesisir

"Narkoba No, Prestasi Yes, Maritim Jaya, Nelayan Sejahtera"
Tagline yang disung dalam kegiatan Sosiaslisai Bahaya Narkoba di Wilayah Pesisir

Pemuda Maritim - Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) bersama Komunitas Asa Edu Project serta merangkul UKM NAPZA UNDIP melakukan sosialisasi mengenai potensi bahaya dan dampak pengedaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah pesisir. Dalam pelaksanaan kegiatan ini turut dilibatkan pemuda setempat, kegiatan ini berlangsung dari pukul 19.30 WIB bertempat di RW 15 RT 02 Tambak Lorok, Semarang Utara (9/4).

Kegiatan ini dihadiri oleh ketua RW setempat, perwakilan DPRD Kota Semarang, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dan Dosen FKM UNDIP yang sekaligus merupakan Pembina UKM NAPZA UNDIP. Ketiganya menjadi pembicara dalam kegiatan yang diselenggarakan sebagai hari nelayan tersebut. Peserta sosialisasi terdiri dari berbagai lapisan masyarakat baik pemuda maupun orangtua, peserta nampak antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi bahaya narkoba tersebut.

Kegiatan yang mengusung semangat mengembangkan wilayah pesisir ini mengedepankan pendekatan nelayan maju sebagai poros maritim dunia. Semarang merupakan kota di pesisir utara jawa yang memiliki potensi strategis dalam pengembangan kemaritiman. Dipadukan dengan corak budaya dan kehidupan sosial setempat , diharapkan warga pesisir khususnya nelayan dapat hidup mandiri dan sejahtera.

Kegiatan tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian dibuka oleh ketua RW setempat yang menyampaikan sambutan.

Nur Endah selaku dosen FKM menyampaikan materi mengenai Pengenalan Narkoba dan Dampaknya bagi kesehatan. “Harapannya disini gak ada yang memakai narkoba” ungkap Nurendah. Beliau menambahkan bahwa banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah ataupun mengurangi penggunaan narkoba. Seperti AA (Alcoholic Anonymus) yang ada di Yogyakarta dimana sekelompok pemuda berkumpul dan sharing untuk saling menguatkan agar tidak menggunakan narkoba. Berkaitan dengan pemuda, Nur Endah menjelaskan bahwa dana 1 milyar yang dianggarkan untuk pembangunan di desa dapat dirasakan oleh semua masyarakat. Dana tersebut terutama untuk membuat kegiatan yang memang menunjang tidak hanya infrastrurtur tapi juga pemberdayaan potensi masyarakat setempat khususnya anak muda. Hal yang perlu diperhatikan juga adalah kegiatan kepemudaan harus diperbanyak, mengingat pemuda adalah sasaran utama pengedaran narkoba. Dengan demikian diharapkan kegiatan tersebut mampu mengalihkan focus anak muda agar tidak terjerat narkoba yang  memiliki dampak yang buruk baik untuk kesehatan dan masa depan.

Dalam acara tersebut jumlah peserta orang tua lebih banyak yang hadir ketimbang pemuda, hal ini pun diapresiasi oleh Ari Purbono, selaku perwakilan DPRD Kota Semarang. “Salut sama sesepuh yang sudah datang. Sesepuh masih punya semangat, mudah-mudahan bisa membina yang remaja-remaja sehingga yang kita khawatirkan bisa diminimalisir bahkan tidak ada”, ungkap Ari.

Selain dosen FKM dan perwakilan DPRD Jateng, Amir selaku perwakilan Asa Edu menjelaskan peran Asa Edu terkait sosialisai bahaya narkoba di wilayah pesisr. Asa Edu merupakan komunitas yang fokus di bidang pendidikan di wilayah pesisir. Kegiatan yang dilakukan antara lain belajar bersama di Rumah Belajar Seroja, Kampung Tambak Lorok pada setiap Minggu pagi. Selain itu terdapat pula kegiatan di posyandu. “Sasaran kita untuk adek-adek TK dan SD  umurnya 5-13 tahun. Tujuan kami agar adek-adeknya bisa aktif sehingga ketika besar bisa menjadi masa depan tambak lorok yang lebih baik” jelas Amir.

"Asa Edu ini juga melakukan kegiatan sosialisasi kesehatan, termasuk bahaya narkoba"jelas Amir.

Setelah paparan dari masing-masing pembicara, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Yang memunculkan suatu antusiasme dari seorang pemuda bernama Ari. Ari adalah pemuda tambak lorok yang memiliki sikap menolak penggunaan narkoba di wilayah-nya. Ia mengaku pernah melihat bahkan ditawarkan narkoba oleh temannya. Ia berharap ada suatu upaya yang dilakukan agar hal ini dapat dihentikan dan dicegah agar tidak terulang di masa mendatang. Kegiatan berlangsung hingga pukul 22.00 WIB, kegiatan ditutup dengan doa. Dan ditambah dengan sesi foto bersama baik itu dari tamu undangan, APMI, UKM NAPZA dan Asa Edu. (Okta)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply