Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Aturan Baru Alat Tangkap, Nelayan Kalbar Minta Masa Transisi

doc. staging.ilcs.co.id
Pemuda Maritim -  Menteri Susi mendapat perlawanan atas kebijakan yang dikeluarkan. Kali ini datang dari para nelayan Indonesia yang masih menggunakan alat tangkap pukat, baik hela maupun tarik. 
  
Wakil Gubernur Kalbar,Christiandy Sanjaya mengatakan Gubernur Kalbar telah menyurati Menteri Kelautan dan Perikanan terkait Perman Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015, larangan nelayan menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl) dan pukat tarik atau cantrang (seine nets).

"Ini harapan dari nelayan Kalbar yang banyak mengunakan trawl, untuk dikasih waktu atau penundaan aturan pelarangan mengunakan trawl tersebut. Supaya mereka bisa menyesuaikan. Kalau mendadak tidak boleh mereka tidak bisa melaut," ujarnya kepada wartawan, Selasa (29/3/2016).

Aspirasi dari nelayan Kalbar adalah mendapat waktu tambahan untuk masa penyesuaian dengan peraturan baru yang berkaitan dengan alat tangkap yang digunakan. 

Wagub menuturkan, kalau masyarakat nelayan modal utama menangkap ikan mengunakan trawl, tiba-tiba dilarang lalu belum punya dana beli alat yang sesuai dengan aturan menteri. Maka nelayan tidak ada pendapatan.

Berlakunya peraturan yang baru tentang alat tangkap memaksa nelayan untuk mengganti alat tangkapnya. Alat tangkap yang selama ini digunakan sudah tidak diperbolehkan lagi. Jika dipaksakan tentu akan melanggar hukum yang berlaku.

"Mereka juga tidak mungkin bisa menghidupi keluarganya," katanya.

Politisi Partai Demokrat itu menyatakan, program Menteri tentang larang itu tentunya penuh dengan pertimbangan. Bahwa nanti akan merusak dari ekosistem di laut itu sendiri. Karena ikan-ikan kecil juga tertangkap kalau mengunakan trawl.

"Nah suatu saat nantinya kan kita dilaut punah, dan otomatis nelayan juga akan punah karena tidak ada ikan lagi yang mau ditangkap. Jadi semuanya baik, tinggal saja bagaimana dengan bijak untuk bisa mengatasi bersama-sama," jelasnya.

Wagub meminta dinas kelautan juga agar memprogramkan khusus bagi nelayan yang mengunakan trawl, dengan dukungan DPRD.

"Bagaimana bisa membantu mereka dengan mengadakan untuk jaringan sesuai aturan dan sebagainya bagi nelayan. Tentunya kembali lagi ke dana yang tersedia," ungkapnya.

Peran serta dinas terkait, khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan sangat dinantikan nelayan. Guna mencari solusi bersama yang dapat membawa manfaat secara luas. (Amir)

Sumber: pontianak.tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply