Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Bantuan Mesin Kapal Sangat Dibutuhkan Oleh Koperasi Nelayan

doc.sumbar.antaranews.com

Pemuda Maritim - Menjadi nelayan membutuhkan keberanian tersendiri. Perlu memiliki mental yang kuat dan fisik yang tangguh. Selain itu, dibutuhkan peralatan yang memadai. Diantanya, alat tangkan ikan, perahu dan yang tidak kalah penting mesin sebagai pendorong. Mesin yang sehat menjadi modal utama untuk menangkap ikan.

Mesin yang berkualitas dan mumpuni sudah menjadi kebutuhan primer untuk mendapat tangkapan ikan yang memuaskan. Mesin sebagai pendorong utama kapal ini berbanding lurus dengan tangkapan ikan. Jika kapal dapat melaju kencang, ikan yang tertangkap banyak.
  
Oleh karena itu, bantuan mesin kepada nelayan dari pemerintah, baik perorangan maupun melalui koperasi sangat dibutuhkan.

Koperasi nelayan berharap bantuan mesin kapal segera disampaikan dari pihak kementerian bagi nelayan Muaragembong. Ujar Nari, Kepala Koperasi Nelayan Muaragembong

 “Kita nggak bisa melakukan pengadaan, karena untuk saat ini anggaran kita sendiri terbatas hanya sebesar Rp10 juta saja,” bebernya.

Lanjut dikatakan olehnya, pihak koperasi masih menunggu dinas perikanan terkait bantuan untuk nelayan. Apabila diketahui memang ada, dirinya baru meminta kelompok nelayan untuk membuat proposal dengan diketahui pihak koperasi.

“Kita menunggu informasi, kalau memang ada bantuan ya kita akan suruh kelompok nelayan untuk buat proposal, dengan koperasi sebagai badan hukum,” terangnya.

Kebutuhan mesin, lanjutnya, memang sangat penting. Pasalnya, dengan rata-rata usia mesin milik nelayan sudah berusia lebih dari dua tahun, banyak pengeluaran yang akhirnya hanya untuk melakukan perawatan mesin saja.

“Kebutuhan mesin kapal juga diamini oleh mantan Ketua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantaimekar, Subarma. Menurutnya, dengan ikan yang banyak berada di tengah laut, memaksa nelayan yang memiliki mesin lama atau berkapasitas kecil harus pulang dengan tangan hampa.

“Seharusnya minimal semua sudah harus 20 pk dan mesin baru atau belum lama, mengingat nelayan saat ini harus ke laut lebih dalam,” katanya.

Untuk saat ini, berdasarkan pendataan Subarma, sebelum habis masa jabatannya rata-rata nelayan khususnya di Pantaimekar masih menggunakan mesin variatif, dari yang terkecil 12 pk hingga 20 pk, tapi lebih banyak menggunakan 16 pk.

Ditempat terpisah. Bantuan pengadaan mesin dengan kapasitas mesin yang mumpuni sudah dilakukan.

Gubernur Sulawesi Barat menyerahkan bantuan mesin kapal merek Jiandong  mulai dari 26 PK sampai mesin 33 PK  untuk para  nelayan  di desa Sumare kecamatan Simboro Mamuju Sulawesi barat.

"Sebanyak 70 mesin kapal nelayan yang dibagikan dan ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat atas janji president RI, Joko Widodo saat  melakukan kunjungan kerja di daerah ini." Kata Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh

Lebih lanjut Gubernur dua periode ini  mengatakan pihaknya masih mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat untuk tambahan mesin kapal nelayan yang akan di bagikan kepada masyarakat nelayan yang ada di Sulawesi Barat.

"Dengan bantuan ini diharapkan masyarakat mempergunakan dengan sebaik-baiknya untuk menambah  penghasilannya karena bagi mendapat bantuan mesin kapal akan dilakukan pemantuan oleh tim dari pemerintah pusat." tambahnya.

Kata gubernur, bantuan mesin kapal ini diserahkan kepada para nelayan untuk dikelola bersama melaui koperasi nelayan yang juga sebelumnya telah diminta oleh nelayan kepada presiden agar diberikan bantuan koperasi. 
(AYY)


Sumber: jabar.pojoksatu.id & rri.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply