Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Bawa Keranda Mayat, Nelayan Tuntut Peraturan soal Lobster Dicabut

Pemuda Maritim - Ratusan nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Bali mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Denpasar, Senin (4/4/2016).

Mereka datang sekira pukul 10.00 Wita dari Lapangan Renon menuju DPRD Bali dengan membawa keranda mayat. Hal itu untuk menunjukkan bahwa perekonomian nelayan di wilayah itu mati.

Selain itu, seorang nelayan juga beraksi dengan berpura-berpura meninggal dengan disertai poster bertuliskan nelayan mati.

Ketua Paguyuban Nelayan Bali, I Ketut Arsana Yasa mengatakan, kedatangannya kali ini untuk menuntut dihapuskanya Peraturan Menteri (Permen) Nomor 1Tahun 2015 tentang penangkapan lobster dan rajungan. Selain itu, pihaknya juga menolak adanya Permen KP Nomor 56, 57 Tahun 2014.

"Adanya Permen itu, kami nelayan kecil tidak bisa berbuat apa-apa. Kami semakin melarat tidak bisa menyekolahkan anak-anak," serunya.

Ia menegaskan, sejak adanya peraturan tersebut, pendapatan nelayan semakin sedikit. "Dulu kita bisa ekspor yang nilanya itu perbulan mencapai Rp1,8 miliar. Kini hanya Rp300 juta. Peraturan ini sangat mematikan kami," paparnya.

"Kami datang ke sini supaya anggota DPRD kita menyuarakan suara rakyat. Kami ingin hak kita dikembalikan. Kembalikan kedaulatan nelayan kecil. Hentikan Permen tersebut," kata dia lagi.

Hingga saat ini pukul 11.00 Wita, belum ada utusan dari DPRD Bali yang menemui para pengunjuk rasa. Lantaran hari ini para anggota juga tengah menjalani sidang paripurna bersama Gubernur dan Gubernur Bali.
Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply