Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » ILUNI UI: REKLAMASI BERTENTANGAN DENGAN POROS MARITIM JOKOWI

Pemuda Maritim - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menolak reklamasi Teluk Jakarta. Rusaknya budaya maritim salah satu alasan penolakan Iluni UI.

"Sekarang reklamasi ini untuk siapa, untuk korporasi atau masyarakat? Kalau untuk masyarakat, masyarakat yang mana? Masyarakat apa? Apakah masyarakat korporasi atau nelayan?" Ketua Umum ILUNI UI Chandra Motik Yusuf  saat ditemui usai aksi penolakan dan penyegelan Pulau G, Teluk Utara Jakarta, oleh nelayan di pelabuhan Muara Angke, Minggu (17/4).

Dia menegaskan reklamasi Teluk Utara Jakarta bertentangan dengan semangat poros maritim Indonesia yang digalakan Presiden Joko Widodo. Tulang punggung dari poros maritim sendiri adalah para nelayan. Mengabaikan kehidupan para nelayan berati menodai misi suci poros maritim.

"Karena yang bekerja d ibidang maritim pun gak sampai 10 persen, dan itu berarti cuma 2 juta dan salah satu pelaku budaya maritim itu adalah nelayan," ujar Candra.

"Nah ini kalau sampai dilakukan reklamasi, otomatis akan mempengaruhi budaya maritim tidak hanya Jakarta, tapi budaya maritim seluruh nusantara," imbuhnya.

Selain itu katanya, reklamasi juga akan memunculkan kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Reklamasi nyata-nyata mengabaikan nasib nelayan.

"Kalau memang untuk korporasi berarti berpihak kepada korporasi," singgungnya.

Siang tadi ribuan tradisional di pantai utara Jakarta menggelar aksi penolakan dan penyegelan di Pulau G yang merupakan salah satu pulau reklamasi garapan PT Muara Wasesa Samudera, yang juga merupakan anak perusahaan PT Agung Podomoro Land (APLN).

Nelayan mengecam akan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah masa yang lebih banyak lagi apabila Pemprov DKI melanjutkan proyek reklamasi.
Sumber : www.rmol.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply