Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Indonesia Serukan Patroli Maritim Gabungan Setelah Penculikan oleh Abu Sayyaf

Pemuda Maritim - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Tatang Sulaiman menerangkan kepada kantor berita Reuters, pihak Indonesia mengajak Filipina dan Malaysia untuk melakukan patroli bersama menghadapi aksi-aksi penculikan kelompok militan Filipina Abu Sayyaf.

"Kami berusaha mengatur kerjasama patroli terkoordinasi antara Malaysia, Indonesia dan Filipina," kata Tatang Sulaiman kepada Reuters, Selasa (19/04).

"Jika ada beberapa jenis gangguan atau ancaman keamanan, itu bisa diatasi di daerah masing-masing," tambahnya.
Philippinen Basilan Militär Abu Sayyaf Konfiszierte Ausrüstung

Militer Filipina menunjukkan persenjataan kelompok Abu Sayyaf yang berhasil disita dalam serangan bulan Mei 2015 di Pulau Basilan

Sekitar 14 orang Indonesia dan empat warga Malaysia diculik dalam beberapa pekan terakhir oleh kelompok-kelompok yang dicurigai terkait dengan jaringan militan Filipina Abu Sayyaf.

Kapuspen TNI Mayjen tatang Sulaiman menjelaskan, Indonesia sudah mengirim dua kapal perang ke kawasan perairan yang diduga menjadi daerah operasi Abu Sayyaf.

Kelompok militan Islam Abu Sayyaf dikenal untuk aksi-aksi penculikan brutal, pemenggalan kepala, serangan bom dan pemerasan, dan beroperasi dari kawasan selatan Filipina.
Abu Sayyaf Group (ASG) didirikan sekitar tahun 1990 oleh Abdurajak Abubakar Janjalani, yang makin radikal setelah berpergian ke negara-negara Timur Tengah. Tahun 1988, Janjalani dilaporkan berjumpa Osama bin Laden di Pakistan dan berjuang bersama melawan invasi Soviet di Afghanistan. Setelah itu, Janjalani mulai mengembangkan misinya untuk mengubah Filipina selatan menjadi negara Islam.

Kelompok ini masih menyandera beberapa warga asing lainnya, termasuk satu warga Belanda, satu warga Jepang, satu warga Norwegia dan dua orang dari Kanada.

Militer Filipina mengatakan, para penculik mulai menargetkan awak kapal asing, terutama dari kapal-kapal yang bergerak lambat, karena mereka tidak bisa lagi menerobos resor pariwisata dan kota-kota besar di pesisir, di timur negara bagian Sabah Malaysia.

Setelah mengalami kasus penculikan wisatawan asing, Malaysia meningkatkan penjagaan keamanan di lokasi-lokasi terkait. (Foto Artikel: Kelompok Abu Sayyaf mengancam akan membunuh sandera warga Jerman, jika uang tebusan tidak dibayar, Agustus 2014).
Sumber : www.dw.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply