Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » Kartini-nya Semarang : Sri Tutie Rahayu, Pendiri Polimarin Semarang


Pemuda Maritim - Sri Tutie Rahayu merupakan pelopor pendirinya Polimarin (Politeknik Maritim Negeri) Semarang, berdirinya Polimarin inipun sangat luar biasa perjuangannya. Diawali sebagai dosen di Kopertis dengan penempatan di Akademi Pelayaran Niaga (Akpelni).  Di sana kiprah kariernya bergerak naik hingga diangkat menjadi PD III. Yang menarik, setelah beliau pindah tugas belum ada lagi PD III bergenre perempuan. Saat itu timbul keprihatinan pada hatinya, melihat kenyataan bahwa banyak anak didik di perguruan tinggi swasta sulit mengikuti ujian akhir pendidikan. Dari situ terpikirlah betapa ideal jika terdapat sekolah maritim negeri bermartabat dengan komitmen terhadap pendidikan yang mampu memfasilitasi hambatan tersebut.

Dari sinilah cikal bakal Polimarin bergulir, diawali dari diperbantukannya Sri Tutie Rahayu pada 1992 di sebuah lembaga swasta bertitel SGC (Semarang Growth Center) yang berdiri di bawah pengelolaan Kopertis dan Aptisi. Kala itu SGC berperan mewadahi kebutuhan perguruan tinggi swasta akan alat-alat laboratorium. Dalam perkembangannya, perguruan tinggi swasta mulai mandiri dalam hal kepemilikan sarana laboratorium, hingga peran SGC pun surut. Akhirnya, diusulkanlah pengadaan fasilitas pembelajaran kelas dunia berupa simulator kemaritiman melalui kerjasama pinjaman G to G dengan Jerman, termasuk pula kemampuan untuk menarik dan mendidik instruktur berkualitas global. Ternyata permasalahan tidak berhenti sampai di situ. Berkenaan dengan peliknya pengaturan anggaran yang tidak sedikit, Sri Tutie Rahayu berinisiatif menjadikannya penegerian dan diberi nama Balai Pengembangan Layanan dan Pendidikan Tinggi (BPLP), sekaligus dirinya terpilih sebagai Kepala balai.

“Pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang. Pelaut ulung pasti lahir dari laut yang bergelombang dengan turbulensi tinggi.”

Peran besar Sri Tutie Rahayu dalam merealisasikan Polimarin tak diragukan. Lika-liku perjuangan ia hadapi dengan tekad kuat, semangat pantang menyerah, dan meningkahi tantangan dengan bekerja keras. Kecerdasannya dalam menganalisis masa depan dunia maritim yang prospektif pada akhirnya sampai di satu titik di mana ia ingin membuat sebuah perguruan tinggi maritim. Indonesia dikenal sebagai negara maritim terbesar di dunia dengan 2/3 luas wilayahnya adalah laut, tetapi mengapa kita tidak punya perguruan tinggi kemaritiman? Begitu pertanyaan besar yang mengganggu benaknya. Lantas dijawablah tantangan Dirjen Pendidikan Tinggi Ditjen Dikti Kemendikbud, Djoko Santoso, pada era itu, dengan mengajukan dokumen-dokumen lengkap persyaratan demi berdirinya sebuah politeknik kemaritiman dalam waktu singkat, 3 bulan saja. Singkat kata, tercatatlah 2012 sebagai tahun berdiri Politeknik Maritim Negeri Indonesia dengan Sri Tutie Rahayu sebagai Direktur Polimarin. (IRMA)


Sumber: Polimarin.ac.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply