Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » Keumala Hayati Laksamana Perempuan Pertama di Indonesia

(Sumber foto: www.malahayati.ac.id )
Pemuda Maritim - Keumala Hayati, perempuan bangsawan yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara. Ia dikenal sebagai perempuan pertama yang menjadi laksamana yang mengarungi lautan pada abad ke-XV ataun 1599 M. Pada era tersebut, nusantara telah memiliki pahlawan sebagai bentuk gender sensitive atau biasa disebut kesetaraan gender. Ayah, kakek, dan suami Keumala Hayati atau kerap dipanggil dengan Malahayati merupakan laksamana angkatan laut. Semangat perjuangan dari orang-orang tercintanya telah ikut melekat kepada kepribadiannya.

Perjuangan Malahayati sebagai Laksamana dimulai ketika terjadi peperangan di perairan Selat Malaka antara pasukan Portugis dan Kesultanan Aceh yang dipimpin oleh dua orang laksamana, dimana salah satu laksamana tersebut adalah suami dari Malahayati. Dalam pertempuran sengit tersebut, suami Malahayati gugur dalam kemenangan pasukan Kesultanan Aceh. Sejak saat itu, Malahayati bertekad untuk meneruskan perjuangan suaminya untuk bertempur di lautan. Ia kemudian meminta kepada Sultan untuk membuat armada perang yang terdiri dari para perempuan yang suaminya telah gugur dalam pertempuran di laut, dan permintaannya dikabulkan. Ia memiliki pasukan yang terdiri dari perempuan janda sebanyak 2000 orang.

Keumala Hayati telah menghasilkan pencapaian-pencapaian yang menakjubkan selama masa hidupnya sebagai laksamana. Ia telah membangun Inong Balee, sebuah benteng dengan tinggi 100 meter dari permukaan laut. Benteng ini menghadap tegap ke laut dilengkapi lubang-lubang meriam yang menghadap ke pintu teluk. Ia juga telah berhasil membunuh Cornelis de Houtman, salah seorang pemimpin kapal Belanda yang datang ke Aceh untuk merebut kekuasaan. Malahayati juga berhasil mengalahkan pasukan Portugis, dimana ia turut bertempur dalam garis terdepan melawan kekuatan armada yang ingin menguasai Selat Malaka. Potensinya tersebut berhasil menggertak pasukan Inggris pula, sehingga permasalahan dapat diselesaikan dengan damai, atau dengan kata lain melalui perundingan.

Sosok Keumala Hayati sebagai laksamana perempuan pertama di Indonesia telah melegenda karena semangat dan perjuangannya mengusir penjajah dari tanah nusantara, bahkan sebelum era R.A. Kartini. Hal ini menjadi acuan dalam hal emansipasi wanita. R.A. Kartini sebagai pelopor kebangkitan wanita pribumi ingin bercermin dari kisah hebat dari para kaum perempuan seperti ini.

Oleh: Kattia Setiyani (Mahasiswa Ilmu Kelautan FPIK UNPAD)




Edisi Hari Kartini pemudamaritim.com memberi kesempatan untuk pemuda-pemudi Indonesia berbagi cerita inspiratif mengenai perjuangan perepuan dibidang kemaritiman (Pendidikan,Ekonomi, budaya dll) atau gambaran kehidupan perempuan pesisir.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply