Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Mei Mendatang, Nelayan Sudah Bisa Nikmati Converter Kit Gratis

Pemuda Maritim - Angin segar bagi nelayan Indonesia. Sebab, sebentar lagi, dalam periode Mei-September 2016 pemerintah akan membagikan converter kit gratis bagi nelayan kecil di sembilan wilayah di Indonesia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Enegi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja, mengatakan, pembagian converter gratis akan dibatasi hanya untuk nelayan dengan kapal berkapasitas 5 gross tone (GT). Di mana sembilan wilayah yang beruntung adalah Jawa Barat, Bali, Sumatera, dan Kalimantan.

“Pembagian converter kit akan dialokasikan untuk nelayan-nelayan kecil yakni dengan kapasitas kapal di bawah 5 groos ton dan mesinnya yang bisa kita gantikan dulu. Wilayahnya ada Sembilan, tersebar di Jawa Barat, Bali, Sumatera, dan Kalimantan. Kita harapkan September sudah seluruhnya diberikan,” ungkap Wirat, dikutip laman resmi Kementerian ESDM, Minggu (3/4).

Diakui Wirat, pemerintah akan menyelesaikan proses lelang converter kit pada bulan ini. Dengan demikian, diharapkan mulai bulan depan converter kit sudah bisa disebarkan. “Sekitar pertengahan bulan April akan kita lelang, terus kita harapkan setelah lelang, bulan Mei sudah mulai disebarkan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian ESDM memang tengah mencanangkan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Lantaran sebagian besar nelayan masih menggunakan solar untuk kegiatan melaut.

Wirat meyakini, dengan bermigrasi ke BBG para nelayan akan mendapat sejumlah kelebihan. Pertama, penghasilan nelayan akan meningkat seiring menurunnya pengeluaran untuk konsumsi bahan bakar. Kedua, availability, ketersediaan lebih mudah jika dibandingkan membeli solar, dan ketiga lebih ramah lingkungan.

Lebih lanjut, Wirat merinci, pengalihan bahan bakar dari BBM ke BBG ini memberikan manfaat penghematan bagi nelayan hingga 60 persen. Menurutnya, satu tabung Elpiji berukuran 3 kg seharga sekitar Rp 20.000-25.000 dan dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk melaut sekitar 3 hari.

Hal ini dinilai lebih menguntungkan dibandingkan dengan tetap menggunakan BBM. Sebab setiap kali melaut, nelayan memerlukan BBM sebanyak 2 liter atau sekitar Rp 18.000-20.000 per hari, atau sekitar Rp 54.000-60.000 untuk 3 hari.
Sumber : www.jitunews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply