Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » Nasib Nelayan di Era Poros Maritim ?

doc.kkpnews.kkp.go.id
Pemuda Maritim -  Hari ini (06/04) adalah Hari Nelayan Nasional sebagai hari yang mengingatkan akan keberadaan serta peran Nelayan Indonesia. Keberadaan Nelayan di Indonesia memang sangat berpengaruh, terutama ditambah dengan visi Poros  Maritim saat ini. Sekjen APMI, Ahlan Zulfakhri mengungkapkan,”Nelayan merupakan ujung tombak sekaligus parameter keberhasilan pemerintah dalam membangun indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal tersebut jelas dapat kita lihat bahwa nelayan merupakan entitas yang langsung berhubungan dengan laut, sekaligus melakukan segala aktivitas dilaut dan sekitarnya. Tentunya dalam rangka memperingati hari nelayan yang jatuh pada 6 april, pemerintah perlu memperhatikan benar bagaimana nasib dan kondisi nelayan hari ini.”tegasnya.

Menurut Ahlan, saat ini seharusnya nelayan berada dalam kondisi yang jauh berbeda, dengan dicanangkannya Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kondisi nelayan merupakan cermin bagaimana kebijakan pemerintah mengatur dan mengelola masyarakat pesisir. Jika kita coba melihat bagaimana kondisi ekonomi nelayan saat ini nampaknya cukup memprihatinkan 25% penduduk miskin adalah nelayan. Angka ini belum bergeser cukup signifikan tampaknya, artinya kebijakan 2 tahun pemerintaham jokowi belum dikatakan berhasil jika melihat dari sudut pandang kesejahteraan nelayan. Meskipun berbagai instrumen telah dikeluarkan mulai dari kartu nelayan, BPJS untuk nelayan bahkan sampai rencana bantuan kapal.” tambahnya

”Artinya perlu ada perubahan strategi yang perlu dilakukan pemerintah. Pertama pemerintah harus mampu mengubah perspektif nelayan bukan lagi sebagai entitas yang perlu diberikan bantuan, namun sebagai sebuah profesi yang perlu diatur bagaimna kesejahteraanya. Kita perlu ingat nelayan memiliki ladang pekerjaan sangat luas 2/3 wilayah indonesia, ada yang salah nampaknya jika nelayan masih dalam kemiskinan.” jelas Ahlan

”Kedua perlunya sebuah trobosan pemerintah agar kedepan bukan lagi bantuan yang duberikan namun pemberdayaan agar lebih substantif untuk menaikan drajat nelayan. Artinya jika kita orientasinya adalah bantuan sudah dipastikan apapun yang diberikan terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan dan dibutuhkan oleh masyarakat pesisir dan nelayan. Ini menjadi evaluasi bagi pemerintah sebagai pengambil kebijakan.”terang Ahlan

Ahlan menegaskan, tatanan sosial nelayan perlu ditingkatkan, saat ini jika bicara nelayan sudah pasti yang ada dibayangan kita adalah memiliki segala fasilitas untuk melakukan aktivitas melaut, sayangnya tidak demikian. Jarang sekali nelayan yang memiliki peralatan sendiri biasanya rata-rata nelayan adalah buruh nelayan yakni melaut dengan menggunakan kapal orang lain, inilah yang perlu diperhatikan. Bukan berarti dengan kondisi nelayan tidak memiliki kapal kemudiam pemerintah menurunkan bantuan, malainkan mendorong timbulnya unit usaha kecil yang berbentuk koperasi di masing-masing wilayah untuk dapat berperan serta mendukung keterbutuhan nelayan, dengan seperti itu secara otomatis kemandirian masyarakat pesisir khususnya nelayan akan mampu terbangun. 

”Kedepan dengan momentum hari nelayan ini pemerintah bersama para stekholder dapat melihat nelayan dengan perspektif yang lebih kompleks, yakni dengan tujuan mewujudkan kemandirian bagi masyarakat pesisir khususnya nelayan.”harap Ahlan
(HW)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply