Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » Perempuan Pesisir, Agent of Change!

(Sumber foto: www.beritadaerah.co.id)

Pemuda Maritim - Masyarakat pesisir. Apa yang terbayang ketika terdapat kalimat tersebut? Orang-orang yang tinggal di tepi pantai dan sebagian mata pencahariannya berasal dari laut. Kehidupan yang serba terbatas, belum sejahtera, dan lainnya. Lantas apa yang terbayang ketika ada kalimat "perempuan pesisir"? Para perempuan yang tinggal di tepi pantai menunggu kaum laki-laki membawa hasil tangkapan dari laut. Selama ini terbagi wilayah kerja komplementer di pesisir, dimana kaum laki-laki bekerja di laut yang harus menghadapi ombak dan angin besar, belum lagi terik matahari atau dinginnya malam. Sementara perempuan bekerja di daratan, melakukan kegiatan rumah tangga seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, dan lain-lain.

R.A. Kartini, pahlawan wanita Indonesia yang selalu memperjuangkan kebangkitan perempuan Indonesia. Beliau seharusnya menjadi cerminan bagi kaum perempuan di pesisir dalam rangka emansipasi wanita, kata yang identik dengan pahlawan ini. Sebenarnya perempuan pesisir memiliki peranan penting dalam membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Para perempuan pesisir biasa menjadi pengumpul ikan, pedagang eceran tepi pantai, juga sebagai pengolah hasil perikanan. Dalam hal ini ia melakukan kegiatan reproduktif yang memiliki peranan sebagai distributor pertama dalam jual-beli hasil tangkapan. Namun di samping itu, tidak jarang ditemukan perempuan pesisir yang bekerja produktif atau dalam kata lain, ikut serta dalam kegiatan penangkapan, misalnya mencari bulu babi di daerah lamun atau kepiting di daerah mangrove. Dalam hal ini berarti mereka memiliki peranan ganda, yaitu pekerja produktif dan reproduktif. Tidak hanya laki-laki, para kaum perempuan sudah selayaknya mendapat apresiasi pula karena pekerjaannya.

Lalu bagaimana cara agar potensi para perempuan pesisir dapat dimanfaatkan dengan baik? Perempuan dapat menjadi agent of change di wilayah pesisir dan laut. Artinya dengan naluri wanita yang bersifat “menjaga” mereka dapat diberikan pendidikan-pendidikan mengenai kepedulian terhadap lingkungan, sehingga terwujud keseimbangan antara pemanfaatan dan kelestarian sumber daya hayati laut. Selain itu, mereka dapat belajar mengenai bargaining position (tawar menawar) agar dapat menjadi pesaing yang kuat dalam jual-beli hasil tangkapan. Maka dari itu, Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan sumber daya alam maupun manusianya melimpah, harus termanfaatkan dengan baik. Keseimbangan dan keadilan antara peranan kaum laki-laki dan perempuan di wilayah pesisir (gender sensitive) harus terwujud.



Oleh: Kattia Setiyani, (Mahasiswa Ilmu Kelautan FPIK UNPAD)




Edisi Hari Kartini pemudamaritim.com memberi kesempatan untuk pemuda-pemudi Indonesia berbagi cerita inspiratif mengenai perjuangan perepuan dibidang kemaritiman (Pendidikan,Ekonomi, budaya dll) atau gambaran kehidupan perempuan pesisir.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply