Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Pipa Bawah Laut Milik Pertamina Merugikan Nelayan Indramayu

Pemuda Maritim - Para nelayan di Indramayu di Desa Majakerta Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu Mengeluhkan Adanya Pipa bawah laut Milik Pertamina yang terpasang di perairan laut di Kabupaten Indramayu, mengingat pipa tersebut mengapung di laut sehingga mengancam mematikan mata pencarian nelayan sekitar.

“Karena adanya Pipa yang mengapung itu, banyak para nelayan sekitar menjadi korban ketika hendak melaut karena terkena pipa tersebut diantaranya jaring milik nelayan yang rusak karena terkena pipa tersebut,” ujar Taryono salah satu nelayan di Desa Majakerta Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu kepada FC, Minggu (10/4).

Selain itu, lanjut Taryono, adanya pipa yang mengapung di laut tersebut, memberikan rasa trauma tersendiri bagi para nelayan, Pasalnya, keberadaan pipa tersebut kerap sekali mengancam para nelayan ketika mencari ikan terlebih saat menebar jaring.

“Banyak jaring milik nelayan yang rusak karena terkena pipa tersebut, bukan hanya satu atau dua orang saja,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pihaknya pun sangat menyangkan sekali dengan sikap Pertamina yang terkesan menutup mata dengan adanya permasalahan tersebut yang di sebabkan karena faKtor pipa yang mengapung di laut.

“Kita sudah mengadukan hal ini kepada pihak pertamina maupun pemerintah daerah melalui dinas terkait, namun sampai saat ini belum ada respon terhadap para nelayan,” ujarnya.

Menurut Taryono, Pemasangan Pipa Milik pertamina ini, awalnya akan di kubur dengan kedalaman dua meter sampai tiga meter, namun pada kenyataanya tidak di kubur, di biarkan dan menempel di tanah, sehingga kemudian mengapung.

“Panjang pipa ini hampir mencapai 20 kilo di perairan laut, bisa di pastikan ketika hal ini di biarkan akan berdampak kemiskinan bagi para nelayan karena mereka tidak bisa melaut dan mencari ikan,” Ujarnya.

Taryono pun mengakui, pihaknya sempat mendapat perilaku yang tidak menyenangkan, bahkan akan diancam di pencarakan ketika meminta haknya sebagai warga Negara terkait pipa yang mengapung di laut tersebut, pasalnya, dia tidak bisa menyekolahkan anaknya karena tidak mempunyai biaya akibat tidak bisa melaut lantaran adanya pipa yang mengapung.

Senada Juga diungkapkan nelayan lainya, Warjuni, Ia pun mengeluhakan adanya pipa milik pertamina yang mengapung tersebut terlebih ketika terjadi “Angin Barat” dimana kondisi ombak yang sagat tinggi, sehingga tidak memungkinkan para nelayan melaut sampai ketengah.

“Pada musim barat, jaring milik nelayan ini seringkali terkena pipa, ditambah lagi kondisi pipa tersebut tidak ada rambu rambu atau tanda keberadaan pipa,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Pihaknya pun meminta agar pihak pertamina bertanggung jawab agar para nelayan ini tidak terus menderita di karenakan adanya keberadaan pipa tersebut.
Sumber : fajarnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply