Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tingkatkan Kekuatan Maritim, Bea Cukai Tambah 9 Armada Kapal

Pemuda Maritim - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menerima 9 armada kapal jenis fast patrol boat dari galangan kapal nasional PT Daya Radar Utama (PT DRU), Selasa (12/4/2016).

Kesembilan kapal tersebut terdiri dari 5 unit ukuran 28 meter dengan spesifikasi panjang 28,85 x 6,6 meter, kedalaman 3,9 meter, draft 2,16 meter, dan kecepatan mencapai 35 knot serta menampung kru sebanyak 20 personel. Selain itu empat unit kapal ukuran 38 meter dengan spesifikasi 38 x 7,3 meter, kedalaman 4,73 meter, draft 2,40 meter, kecepatan 30 knot, dan jumlah kru 25 personel.

Direktur Utama PT DRU Amir Gunawan menjelaskan pembuatan kapal tersebut berdasar pada kontrak yang ditandatangi pada 3 Desember 2013 lalu. Menurut dia, kapal tersebut masih terbilang jarang di Indonesia dengan desain kapal berstandar internasional yang diperiksa Lloyd Register.

"Dengan selesainya kapal itu, kami mengharapkan Ditjen Bea dan Cukai akan lebih mempercayakan kapal-kapalnya untuk dibangun putra-putri Indonesia," ungkapnya dalam sambutan.

Sementara itu, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menyampaikan Indonesia saat ini yang telah memiliki 179 unit kapal masih membutuhkan beberapa kapal patroli untuk memperkuatan kelautan.

"Kita terus menambah kapal, karena kami ingin memperkuat maritim khususnya melalui bea cukai itu berdasarkan perintah predisen. Satu fokus utama dalam pidana penyelundupan melalui laut adalah Selat Malaka, Natuna, dan Batam," kata dia.

Dengan bertambahnya kapal, kata dia, pihaknya ingin memastikan tidak ada lagi lubang penyelundupan khususnya pada Selat Malaka. "Untuk itu kami membutuhkan langkah strategis, dengan memperbanyak sarana kami," ujar Heru usai melakukan percobaan kapal.

Dia melanjutkan pihaknya masih melakukan operasi gerhana yang dilakukan di Malaka selama satu bulan dengan target untuk menghentikan tindak pidana penyelundupan di laut. "Untuk mengatasi itu, kami sudah punya kapal dengan ukuran 60 meter untuk di lautan lepas dan di sungai bisa kami gunakan kapal 12 meter," urai Heru.

Menurut Heru, untuk penambahan kapal di tahun 2016 ini, Ditjen Bea dan Cukai telah dianggap cukup. Namun, pihaknya akan melakukan penambahan pada Sumber Daya Manusia. "Saya rasa untuk kapal, tahun ini sudah cukup, tetapi kami masih ingin menambah petugas," pungkasnya.
Sumber : lampost.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply