Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » TNI Siapkan Pasukan Elit Untuk Bebaskan WNI yang Disandera Abu Sayyaf

doc. news.liputan6.com
Pemuda Maritim -  Berbagai cara ditempuh oleh Pemerintah untuk membebaskan Sandra yang ditawan oleh kelompok garis keras Abu Sayyaf. Jalur diplomatic sudah ditempuh dan belum membuahkan hasil. Kini pemerintah telah menyiapkan cara lain yang bisa ditempuh, yaitu menyiapkan pasukan untuk menjalankan operasi pembebasan.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi mengungkapkan bahwa TNI telah menyiagakan pasukan elitnya untuk melakukan operasi pembebasan sandera dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina.  Selain itu, TNI juga sudah menyiapkan kapal untuk mengantarkan pasukan ke lokasi penyanderaan.

Pasukan elit yang dimiliki oleh TNI yakni Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Kopaskhas TNI AU. Kesemuanya memiliki kemampuan diatas rata-rata di masing-masing matranya. Dalam setiap operasi pembebasan, biasanya TNI melibatkan seluruh pasukan elit yang dimiliki untuk bersama-sama membebaskan sandera.

"Semua rencana sudah disiapkan Panglima TNI, pasukan elit sudah disiagakan," ujarnya

TNI Angkatan Laut mengaku siap diterjunkan manakala diminta untuk membantu agar proses pembebasan penyanderaan bisa dilakukan.

"Saat ini kami menunggu jalur diplomatik dulu. Tapi yang jelas TNI, khususnya TNI AL, kalau diminta bantu kami sudah siap. TNI AL selalu menggelar patroli di wilyah yuridiksi, meskipun tidak ada masalah," kata Kadispenal Kolonel Laut (P) Edi Sucipto.

Kopassus juga telah siap untuk dikerahkan. Kepala Penerangan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letkol Inf Joko Tri Hadimantoyo, mengatakan, pihaknya siap dikerahkan untuk membantu membebaskan 10 WNI yang disandera oleh perompak kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Namun ia mengaku belum ada perintah agar Kopassus melakukan operasi pembebasan sandera karena hal itu merupakan kewenangan pemerintah.

Saat ini TNI juga terus melakukan komunikasi dengan tentara pemerintah Filipina guna mencari tahu perkembangan penyanderaan 10 WNI. Menlu Retno Marsudi juga tak henti-hentinya melakukan koordinasi dengan pemerintah Filipina.

Rencana awal, Panglima TNI Gatot Nurmantyo bakal melakukan negosiasi dengan pemimpin kelompok Abu Sayyaf untuk meminta sandera dibebaskan.

"Prioritas kita adalah menyelamatkan warga negara," kata Gatot.
(AYY)

Sumber: nasional.harianterbit.com & jitunews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply