Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Bank Semakin Melirik Kredit Maritim

Pemuda Maritim - Demak. Industri perbankan mulai melipatgandakan penyaluran kredit ke sektor maritim. Bahkan, perbankan juga melirik kredit bagi pelaku usaha kecil di bidang kelautan dan perikanan seiring risiko kredit bermasalah di sektor tersebut yang melunak.

Kepala Linkage Mikro PT Bank CIMB Niaga Tbk, Arief Danardono mengatakan penyaluran kredit sektor kemaritiman sebesar Rp 2,2 triliun hingga akhir Maret 2016 atau naik 83% dibanding posisi akhir Desember 2015 yang sebesar Rp 1,2 triliun.

Penerima kredit tersebut paling banyak adalah pelaku usaha di budidaya perikanan sebesar Rp 573 miliar, kemudian sektor angkutan kemaritiman sebesar Rp 465 miliar dan sisanya adalah untuk pergudangan di industri perikanan serta kegiatan lain.

"Dengan Rp 2,2 triliun di Maret 2016 ini, target kita sudah tercapai sebenarnya," kata Arief dalam konferensi pers program "Jaring" dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Pelabuhan Morodemak, Demak, Kamis (12/5).

CIMB menargetkan untuk penyaluran kredit maritim dapat tumbuh 15% pada 2016. Tren penyaluran kredit ke sektor maritim, menurut Arief, terus meningkat sejak beberapa tahun terakhir. Sejalan dengan itu, industri perbankan juga sudah mahir memitigasi pembayaran kredit macet.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, rasio kredit bermasalah (non-performing Loan/NPL) sektor kelautan dan perikanan hingga Maret 2016 sebesar 1,8%. Level itu dinilai cukup terkendali, terlebih jika melihat tren beberapa waktu lalu, ketika NPL berada di kisaran 5,96% seperti pada 2011-2012.

Stigma kredit bermasalah itu pula yang membuat semakin seretnya pembiyaan untuk sektor perikanan dan kelautan pada beberapa tahun lalu.

Namun untuk sektor kemaritiman, OJK mencatat NPL memang masih relatif tinggi sebesar 5,37%. Meskipun demikian, level NPL tersebut menunjukan penurunan dari tren sebelumnya di kisaran 6%-7%.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga mencatat pertumbuhan realisasi kredit kemaritiman menjadi Rp 10,6 triliun pada April 2016, dibanding akhir 2015 yang sebesar Rp 10,3 triliun. Di dalam Rp 10,6 triliun tersebut, sebesar Rp 1,4 triliun tersalurkan ke sektor kelautan dan perikanan, yang mencakup budidaya, penangkapan, pengolahan dan perdagangan perikanan.

"Kita lihat ke depan, akan terus meningkat. Salah satu masalahnya mungkin ada di sosialisasi ke sektor perikanan, kelautan dan di maritim," ujar Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto.

Senada dengan BNI, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga meyakini prospek positif pertumbuhan kredit maritim pada tahun ini. BRI menargetkan pertumbuhan kredit kemaritiman sebesar 20% dari Rp 5,5 triliun pada 2015.

"Sedangkan realisasi di Maret 2016 itu Rp1,3 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) kita masih di 2 persen," kata Kepala Divisi Bisnis Program dan Kemitraan BRI Tri Wintarto.

Ketiga perbankan tersebut turut menyalurkan pembiayaan kemaritiman melalui program "Jaring" dari OJK. Jaring" merupakan program pembiayaan dengan konsep jangkau, sinergi dan guideline (acuan).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad menargetkan target pembiayaan yang tersalurkan melalui "Jaring" pada tahun ini mencapai Rp 9,2 triliun atau tumbuh 24,2%  dibanding realisasi kredit 2015 yang sebesar Rp 6,69 triliun.
Sumber : kontan.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply