Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » FMBC (Fisher Maintenance Building Centre) Sebagai Pusat Menejemen, Pemeliharaan, dan Pencerdasan Nelayan Seluruh Indonesia

doc. klikkabar.com
Pemuda Maritim - Nelayan adalah orang yang melakukan penangkapan ikan, baik di perairan laut atau di perairan umum dengan menggunakan seperangkat alat tangkap ikan. Nelayan sering didefinisikan sebagai orang yang melakukan penangkapan ikan dilaut. Definisi ini dibuat untuk konteks masyarakat tradisional. Nelayan pada umumnya menetap di daerah pesisir pantai dan membentuk suatu komunitas yang disebut komunitas nelayan. Kelompok ini dikenal sebagai masyarakat yang gigih, dan akrab dengan kehidupan di laut yang sifatnya keras. Mayoritas kelompok ini memiliki kapasitas ekonomi yang rendah bahkan tergolong miskin. Masalah yang dialami para nelayan pada umumnya ialah hasil yang minim karena perangkat yang tradisional, kapal yang rusak akibat ombak laut didorong oleh faktor cuaca yang ekstrim ketika masuk musim penghujan. Masalah output hasil tangkapan pasca fishing yang kurang menguntungkan dan modal bahan bakar kapal (Wandoka L, 2012). 

Kementrian kelautan, terutama pemerintah daerah sudah sepatutnya melakukan tindakan intensif kepada para nelayan demi meningkatkan kualitas hidup mereka, seperti mencegah mereka berpangku pada tengkulak yang mengeksploitasi harga ikan, memfasilitasi kebutuhan struktural seperti perbaikan kerusakan kapal, jasa pengawetan yang murah dan terpusat, akses jasa perdagangan yang luas dan memadai, bahan bakar yang terjangkau dan pengetahuan terbarukan tentang  kebijakan pemeliharaan ekosistem laut, etika lingkungan serta teknologi kelautan, dan perikanan. Juga diharapkan mereka dapat terus mengembangkan kapastitasnya sebagai penyetok bahan pangan berupa ikan segar kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Penulis sadar akan masalah ini dan menggagas FMBC sebagai inovasi terbaru untuk memfasilitasi segala macam problematika yang dialami para nelayan. FMBC ini dapat dibangun didaerah pesisir pantai yang 90% pekerjaan masyarakatnya ialah nelayan di seluruh Indonesia.

FMBC atau Fisher Maintenance Building Centre adalah sarana berupa gedung terbuka yang mencakup 3 aspek umum dari dasar perikanan dan kelautan. Pertama ialah manajemen, kedua adalah pemeliharaan, ketiga adalah pencerdasan. Gedung FMBC dibuat multifungsi dan senyaman mungkin bagi nelayan untuk membentuk forum studi manjemen, beristirahat, dan menukar hasil tangkapan mereka langsung ke tangan yang tepat. FMBC sarana manajemen ialah fasilitas untuk menukarkan hasil tangkapan sesuai pertimbangan yang objektif seperti jumlah ekor, bobot, dan kualitas hasil tangkapan, serta jasa pengawetan hasil tangkapan berupa kotak dan es dengan harga yang murah. Poin satu ini diharapkan nelayan merasakan uang yang mereka dapat dari hasil tangkapan merupakan keadilan yang pantas dan setara. Poin kedua adalah pemeliharaan. Terdapat dua aspek pemeliharaan yang akan diterapkan, yaitu infrastruktur dan nelayan itu sendiri. Pemeliharaan pada segi infrastruktur adalah subsidi pemerintah akan biaya perbaikan kapal dan bahan bakar yang terjangkau, dan dari segi nelayan ialah tempat beristirahat yang cukup memadai dengan fasilitas ruang terbuka, terdiri dari koperasi nelayan untuk sekedar duduk, minum kopi, teh, dan air minum gratis yang disediakan tanggung oleh pemerintah daerah. Poin ketiga ialah adalah pencerdasan. Poin ini menekankan tentang pencerdasan para nelayan mengenai etika perlindungan ekosistem laut serta prosedur, teknik, dan teknologi yang baik untuk fishing dilihat dari produktivitas nelayan dan tetap terjaganya ekosistem laut karena terhindar dari eksploitasi yang berlebihan.

FMBC ini diharapkan dapat diterapkan sebagai inovasi terbaru bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat nelayan di seluruh Indonesia, dan tetap bertanggung jawab terhadap kelangsungan ekosistem perairan. Para ahli dan kementrian kelautan perikanan sudah sepatutnya memikirkan sumber daya perairan di Indonesia demi kelangsungan hidup nelayan dan ekosistem perairan hingga 100 tahun kedepan. Persaingan pasar, ilmu pengetahuan dan teknologi, akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Pemerintah daerah dan menteri kelautan dan perikanan harus segera mengatasi segala macam persoalan nelayan ini dengan mencanangkan inovasi yang menguntungkan pihak nelayan dan pemerintah.

Oleh: Agung Putra Nugraha
Juara II Lomba HNN 2016

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply