Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kredit Kelautan Ditargetkan Rp9,2 Triliun

Pemuda Maritim - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penyaluran kredit perbankan tahun ini ke sektor kelautan dan perikanan dalam Program Jaring (Jangkau Sinergi dan Guideline) mencapai Rp9,2 Triliun.

Target ini akan mendukung pembiayaan sektor maritim yang secara keseluruhan sebesar Rp52,5 triliun tahun ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, Program Jaring pada 2015 berhasil mendorong pemahaman pelaku jasa keuangan terhadap bisnis di sektor kelautandanperikanan. Sehingga, kredit perbankan dan pembiayaan ke sektor ini terus meningkat.

”OJK akan terus mendorong industri jasa keuangan untuk meningkatkan porsi pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan yang manfaatnya sangat besar bagi perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Muliaman di Kota Bengkalis, Riau, kemarin.

Dia memaparkan, jumlah bank yang mengikuti Program Jaring saat ini sebanyak 16 bank, bertambah delapan bank sejak diluncurkan pada Mei 2015. Ini pertanda positif terhadap berjalannya Program Jaringkedepansesuaidengancitacita pemerintah.

Delapan bank partner Program Jaring pada tahapawalyaituPTBankNegara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN), PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, dan PT BPD Sulselbar.

”Sedangkan, bank lain yang menyusul menjadi partner Jaring adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, PT Bank Sinarmas, PT BPD Jawa Timur, PT BPD Riau Kepri, PT BPD Sulawesi Utara, PT BPD Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain dari perbankan, lanjut Muliaman, mitra Program Jaring adalah industri keuangan nonbank (IKNB) melalui konsorsium perusahaan pembiayaan, asuransi jiwa, asuransi umum dan penjaminan. Perum Jamkrindo dan Jamkrida juga turut mendukung Program Jaring.

Menurut dia, realisasi kredit Jaring sampai dengan Desember 2015 mencapai Rp6,69 triliun atau 124,5 persen dari target yang sebesar Rp5,37 triliun. Dengan bertambahnya delapan bank partner di tahun ini, maka totaltargetpenyalurankredit16 bank partner ke sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp9,2 triliun atau tumbuh 24,2 persen dibanding realisasi kredit 2015.

Sementara, target ke sektor maritim sebesar Rp42,8 triliun. ”Secara keseluruhan perbankan, penyaluran kredit pada sektorkemaritimansampaidengan akhir tahun 2015 adalah sebesar Rp97,8 triliun, sedangkan sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp21,4 triliun,” ujarnya.

Rasio non-performing loan gross (NPL/kredit bermasalah) sektor Kemaritiman tercatat sebesar 5,37 persen (tahun 2011 sebesar 6,74 persen) dan NPL sektor kelautan dan perikanan sebesar 1,8 persen (tahun 2011 sebesar 5,96 persen) atau mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Direktur Perencanaan dan Operasional BNI Bob T Ananta mengatakan, pada 2015 total portofolio BNI di sektor kemaritiman sebesar Rp10,38 triliun, dan kemudian meningkat menjadi Rp10,40 triliun pada kuartal I-2016.

Sektor kemaritiman yang dimaksud termasuk sektor-sektor yang menjadi perhatian utama Program Jaring, yaitu sektor budidaya dan penangkapan perikanan, industri pengolahan perikanan, serta perdagangan hasil perikanan.

Ketiga sektor tersebut dikelompokkan ke dalam sub sektor kelautan dan perikanan. ”Penyaluran kredit maritim sebesar Rp10,4 triliun di kuartal I/2016. Sedangkan, kredit di kelautan dan perikanan Rp1,4 triliun.

Rasio kredit bermasalah atau NPL berhasil turun 1,7 persen ke 1,45 persen. Kami fokus langsung pendekatannya ke nelayan daripada melalui kluster. Sehingga, rasionya bisa dijaga,” ujar Bob dalam kesempatan yang sama.

Khusus untuk sub-sektor kelautan dan perikanan, portofolio BNI pada tahun 2015 mencapai Rp1,40 triliun, termasuk di antaranya melalui kredit usaha rakyat (KUR). Secara akumulasi dari tahun 2007 hingga akhir Maret 2016, jumlah debitur yang mendapatkan fasilitas pembiayaan KUR di sektor kelautan dan perikanan mencapai 5.064 UMKM.
Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply