Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » “MEGA MARKET AND SEAFOOD RESTAURANT”

https://media-cdn.tripadvisor.com


Pemuda Maritim Nelayan merupakan pekerjaan yang tidak semua orang bisa melakukannya. Nelayan harus berusaha melawan tantangan yang begitu besar dalam meraih tujuannya yaitu mencari ikan. Badai dan gulungan ombak itu baginya adalah sahabat yang selalu menemani sepanjang perjalanan. Walaupun demikian, tetap saja nelayan itu banyak yang berada dibawah garis kemiskinan. Hasil tangkapan yang susah dicari, justru hanya dihargai rendah oleh para pengepul ikan. Padahal setelah itu, para pengepul tersebut mendapatkan keuntungan luar biasa karena dapat menyalurkannya ke restoran bahkan supermarket yang berani membayar dengan harga tinggi. Hal ini merupakan suatu permasalahan yang harus dipecahkan di Indonesia. Oleh karena itu, dalam tulisan ini saya ingin membuat sebuah sistem “Mega Market and Seafood Restaurant” di kawasan kampung nelayan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan dan kemandirian nelayan, menarik lebih banyak wisatawan, serta meningkatkan potensi maritim Indonesia. 

Sistem “Mega Market dan Seafood Restaurant” ini merupakan suatu usaha bersama yang dilakukan oleh kumpulan nelayan yang tinggal di kampung nelayan. Pada umumnya seorang nelayan akan pergi melaut sendiri, kemudian menjual hasil tangkapannya juga sendiri. Terkadang ada nelayan yang dagangannya laku, tapi ada juga nelayan yang tidak laku dagangannya. Hal ini tentu menjadi masalah jika terus-menerus dibiarkan. Oleh karena itu, dibuatlah suatu terobosan di dalam sistem ini. Sistem ini melibatkan beberapa tim yaitu tim penerima, tim penyortir, tim penjual, tim pengolah, tim tata letak, tim pengawas, tim hiburan, tim keuangan, tim pengenalan bidang perikanan dan tim pembagi hasil. 

Dalam sistem ini pertama-tama, nelayan harus membuat kartu tanda anggota usaha “Mega Market dan Seafood Restaurant.” Kartu ini digunakan untuk memudahkan pencatatan data seberapa banyak ikan yang didapat. Jadi sepulang dari laut, nelayan harus menimbang ikan dan menunjukkan kartu keanggotaan yang kemudian akan dicatat sebagai input oleh tim penerima. Setelah itu ikan akan disortir oleh tim penyortir berdasarkan jenis ikan. Kemudian ikan akan ditata di meja-meja yang berbeda sesuai jenisnya oleh tim tata letak. Di setiap meja ini terdapat satu penjual yang berasal dari tim penjual. Ikan-ikan ini disediakan bagi para pembeli ikan segar atau untuk diolah di restoran yang merupakan bagian dari usaha ini. Inilah yang disebut dengan mega market.Restoran dibangun berdekatan dengan mega market. Setiap bahan baku yang dibutuhkan oleh restoran ini akan diambil langsung dari mega market. Kemudian ikan ini akan diolah oleh tim pengolah.

Di dalam restoran ini terdapat hiburan dari tim hiburan sebagai salah satu cara untuk menarik para pengunjung agar betah di restoran ini dan bisa menjadi pelanggan tetap. Selain hiburan, disini juga ada tim pengenalan bidang perikanan yang bertugas untuk memberi penjelasan tentang dunia perikanan kepada pengunjung, contohnya yaitu mengenalkan  nama-nama ikan, cara menangkap ikan, alat-alat yang digunakan dan yang lebih menarik lagi yaitu disini para pengunjung akan ditunjukkan gambar-gambarnya serta awetan dari berbagai macam biota laut. Hasil penjualan dari mega market dan restoran akan dikelola oleh tim keuangan. Kemudian setelah itu diserahkan kepada tim pembagi hasil untuk membagikan hasil penjualan kepada para anggota. Pendapatan para nelayan ini besarnya sebanding dengan seberapa banyak ikan yang mereka setorkan. Nah inilah yang akan membuat para nelayan menjadi lebih bersemangat dalam mencari ikan sebanyak mungkin. Selain itu sistem ini juga yang akan membuat nelayan lebih mandiri dalam berbisnis dan tidak hanya bergantung pada para pengepul ikan. Jika hal ini terjadi maka potensi maritim Indonesia akan semakin baik. Karena telah disebutkan juga oleh Menteri Susi Pudjiastuti bahwa maritim di Indonesia bisa mengalami pertumbuhan sebesar 8,4% dan pertumbuhan ini bisa dibilang sangat pesat dibandingkan sektor lainnya.



Oleh: Anisa Ratih Pratiwi (Pemudi Klaten)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply