Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Melestarikan Ekosistem Laut dengan Teknik Perikanan Ramah Lingkungan

Foto: http://senyulong.com/

Pemuda Maritim - Dua pertiga dari permukaan bumi terdiri atas perairan. Salah satunya adalah laut. Tempat bermuaranya sumber air, tempat terjadinya siklus air, tempat makhuk hidup laut berkembang biak dan membentuk ekosistem, serta merupakan sumber penghidupan bagi manusia. 

Sama dengan daratan, laut juga memiliki suatu ekosistem yang di dalamnya terdapat berbagai macam makhluk hidup maupun benda mati. Ikan-ikan, plankton, dan karang merupakan satu kesatuan yang membentuk ekosistem laut. Di mana ekosistem laut inilah yang dapat dimanfaatkan maanusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut. Mata pencaharian mayoritas penduduk Indonesia adalah sebagai nelayan. Sektor perikanan saat ini tengah memiliki prospek cerah bagi Indonesia. Tentu saja hal ini haruslah ditunjang dengan pemanfaatan sumber daya laut dengan memperhatikan keamanan lingkungan agar tidak menimbulkan eksploitasi berlebihan yang di kemudian hari dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Maka dari itu diperlukan suatu peran nyata dari masyarakat pesisir khususnya nelayan untuk bersama-sama melestarikan ekosistem laut. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

Mengolah Sampah Plastik yang Bercecer di Lautan

Berdasarkan data Jambeck (2015) yang dilansir dari www.cnnindonesia.com, Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. 

Sampah plastik yang berceceran di laut mampu membunuh biota laut. Zat yang terkandung dalam plastik akan tercerai burai kemudian menyebar di lautan dan baik secara sengaja maupun tidak sengaja tertelan oleh ikan. Populasi ikan dapat menurun drastis karena permasalah sampah plastik tersebut. Maka, solusi yang tepat adalah mengolah sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna.

Sampah plastik tersebut dapat diolah menjadi kerajinan tangan. Membuat pernak-pernik yang dipadu padankan dengan barang-barang hasil tangkapan dari laut, seperti cangkang kerang misalnya. Selain itu dapat pula membuatnya menjadi hiasan di atas pantai sebagai gapura selamat datang untuk wisatawan yang sedang berkunjung.

Menggunakan Jaring Lingkar yang Dimodifikasi

Jaring lingkar akan sangat efektif dalam menangkap jenis ikan yang bergerombol, tapi kelemahannya hanya dapat dilakukan di waktu tertentu saja ketika ikan-ikan tersebut bergerombol. Namun, ada cara lain menggunakan jaring lingkar tidak berbatas waktu dan jenis ikan. Jaring lingkar dapat dimodifikasi guna menarik perhatian ikan untuk bergerombol. Jaring lingkar tersebut dapat dilapisi dengan suatu desain ikan yang tengah bergerombol seolah mencari makanan. Desain tersebut dibuat dengan warna mencolok agar menarik perhatian ikan-ikan dengan mengecat jaring membentuk pola tertentu yang jika terlihat dari kejauhan akan tampak seperti gerombolan ikan.

Merekonstruksi Terumbu Karang yang Mulai Rapuh

Terumbu karang sebagai tempat tinggal benih ikan sudah sewajarnya kita lestarikan dari kerusakan baik itu karena tindakan manusia maupun dari iklim yang berubah. Cara yang dapat ditempuh adalah dengan merekonstruksi terumbu karang. Terumbu karang yang sudah rapuh dan bercecer disatukan kembali dan diberi pelindung dari kawat atau kayu agar tidak mudah rapuh dan tergerus oleh air.

Sejatinya, hal terpenting dari pelestarian alam adalah kesadaran masyarakatnya sendiri. Masyarakat sudah sewajarnya bahu membahu untuk melindungi ekosistem laut. Menyelamatkan benih-benih ikan yang bakal menjadi generasi spesiesnya. Dengan ekosistem yang berjalan seimbang, laut bersih dan teratur sehingga dapat meningkatkan potensi sumber daya laut dan turut memicu pertambahan pendapatan nelayan. 



Oleh:
Rizka Ayu Damayanti (Taruni, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) )

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply