Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Gunungkidul Enggan Gunakan Kapal Bantuan KKP

Pemuda Maritim - Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Yogyakarta menyayangkan sikap nelayan yang tak merespons bantuan sepuluh kapal ukuran 10 Gross ton (GT) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pasalnya, hingga saat ini tidak ada nelayan yang tertarik menerima bantuan tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Agus Priyanto mengatakan, keengganan nelayan menerima bantuan kapal bukan hanya terjadi pada nelayan yang berada di Gunungkidul, namun juga terjadi pada nelayan di wilayah Kabupaten Kulonprogo dan Bantul.

“Bukan hanya nelayan dari Pantai Sadeng hingga Gesing yang menolaknya, tapi nelayan lain di DIY juga mengalami hal yang sama,” kata Agus, seperti dikutip dari Harian Jogja, Rabu (4/5/2016).

Agus mengatakan, ada beberapa hal yang mendasari penolakan bantuan itu. Salah satunya, nelayan merasa keberatan dengan operasional kapal yang lebih besar, seiring dengan ukuran kapal yang digunakan.

Permasalahan lainnya, yaitu berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Selama ini nelayan hanya mengoperasikan kapal dengan ukuran di bawah lima GT, sehingga butuh proses pembelajaran dan pelatihan untuk mengoperasionalkan kapal bantuan tersebut.

“Selain itu, daya juang nelayan kita juga masih kurang. Mereka masih terbiasa berangkat malam pulang pagi. Padahal untuk mengoperasionalkan kapal ini butuh waktu berhari-hari di lautan,”ujar dia.

Agus menambahkan, program bantuan kapal diberikan dengan harapan agar bisa menyejahterakan kehidupan nelayan. Dengan kapal ukuran 10 GT, nelayan bisa memiliki daya jelajah penangkapan yang lebih luas, sehingga peluang mendapatkan ikan akan lebih besar lagi.

“Kami tidak tahu permasalahannya seperti apa? Padahal kalau bisa melaut dengan jarak 25 mil ke atas, potensi ikannya sangat melimpah. Jenis tangkapannya pun juga bervariasi, mulai dari tongkol, tuna, cakalang dan masih banyak ikan yang lain. Tapi sayang tidak ada yang meresepon, apalagi kapal siap diberikan di tahun ini,” tuturnya.

Sementara, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto membenarkan adanya respon yang kurang baik tentang pemberian bantuan kapal dari pemerintah pusat. Dia menilai penolakan ini erat kaitannya dengan kualitas kapal yang diberikan.

Berdasarkan penuturan dari nelayan, kata Rujimanto, bahan pembuatan kapal dengan fiberglass membuat nelayan khawatir karena rentan terjadi kecelakaan. Terlebih lagi, di perairan selatan terkenal dengan ombaknya yang kuat.

“Tentunya kami akan berpikir ulang untuk menggunakan kapal itu karena kondisinya tidak sesuai dengan kondisi perairan di sini,” kata dia.
Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply