Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Nelayan Kembangkan Rumput Laut

Pemuda Maritim - Sektor kelautan dapat perhatian pemerintah. Sebanyak 36 kelompok pembudidayaan ikan (Pokdakan) di Minahasa Tenggara memperoleh bantuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN).

Para nelayan mendapatkan bantuan bibit rumput laut dan perlengkapan budidaya. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mitra, Djony Ronsul melalui Kasi Budidaya, Hani Woran.

Hani mengatakan, kelompok nelayan termasuk dalam program budidaya rumput laut sehingga diprogramkan untuk bantuan tersebut. "Dari 36 Pokdakan, 12 untuk bantuan kebun bibit dan 24 untuk pengembangan," ujar dia.

Bantuan sebesar Rp 1,3 miliar diambil dari APBN. DKP kemudian akan menyalurkan bantu kepada 36 kelompok berupa rumput laut dan perlengkapan budidaya.

Dikatakan dia, kelompok yang berhak dan terpilih sebagai penerima bantuan sudah diverifikasi oleh DKP. "Kita selektif dalam memilih, kelompok masukkan bantuan, kita verifikasi serta turun langsung melihat kelayakan kawasan budidaya dan melihat ke aktifan kelompok," kata dia.

Menurut Hani, verifikasi kelompok dilakukan agar nantinya apa yang diberikan pemerintah tidak mubazir dan bisa berjalan dengan baik.

Lanjut Woran, para kelompok juga harus memperhatikan bantuan yang diberikan seperti peralatan budidaya. "Hasil dari panen rumput laut tidak masalah jika dijual tapi alat budidaya yang kita berikan jangan dijual," ujar dia.

Dikatakan Hani, jika ada kelompok yang tidak aktif setelah mendapat bantuan, kemungkinan besar peralatan yang diberikan akan ditarik.

"Jika tidak aktif setelah dapat bantuan alat budidaya akan kita tarik dan berikan kepada kelompok lain," ujar pejabat ini.

Data dari DKP, beberapa kawasan yang cocok mengembangkan rumput laut berada di Desa Tumbak, Belang, Posumaen dan Bentenan. 
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply