Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » OJK Dorong Industri Maritim Masuk Bursa

Pemuda Maritim - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pelaku industri kelautan dan perikanan di Jawa Tengah memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan usaha. Dorongan itu terkait peluang sektor industri berbasis kelautan dan perikanan yang saat ini dinilai punya peluang tinggi.

“Kami mengundang 135 perusahaan maritim dan pendukung yang punya aset Rp 5 miliar,” kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II, Otoritas Jasa Keuangan, M. Noor Rachman, saat Sosialiasi pasar modal sebagai sumber pendanaan bagi industri sektor kelautan dan perikanan, Selasa, 17 Mei 2016.

Noor Rachman menjelaksan, ajakan kepada pelaku industri kelautan dan perikanan itu salah satu program pendalaman pasar keuangan, percepatan akses keuangan daerah, serta pengembnagan sektor kelautan dan perikanan. “Selain itu mendorong agar semakin banyak perusahaan di daerah melakukan IPO (initial public offering),” kata Noor Rachman menambahkan.

Tercatat saat ini terdapat 22 perusahaan bidang kelautan dan perikanan yang terdaftar di pasar modal dan mendapatkan modal dari publik. Nilai modal ke 22 perusahaan tersebut mencapai Rp 14,1 triliun.

Pada bulai Mei ini OJK sendiri sedang memproses dua perusahaan sektor maritim yang akan memanfaatkan penawaran pasar modal untuk pendanaannya. “Dalam sosialisasi juga kami sampaikan succses story IPO dari tiga perusahaan asal Jateng,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan peluang mengembangkan sektor industri maritim yang dibiayai lewat pasar modal sangat baik. “Pantai di Jateng panjang, nelayan banyak dan pemberani,” kata Ganjar.

Ia berharap proses pembiayaan sektor industri maritim lewat pasar modal akan menjadi salah satu cara menyelesaikan persoalan modal dalam masalah bisnis. “Kami sudah mencoba advokasi dan dialog dengan nelayan saat larangan cantrang dulu,” kata Ganjar menjelaskan.

Ganjar menyebutkan, saat ini persoalan industri maritim di Jateng tak hanya alat tangkap cantrang yang telah dilarang beroprasi, namun juga kredit modal perbankan yang terlanjur untuk membeli alat tangkap. “Semoga pembiayaan industri maritim lewat pasar modal itu sebagai transformasi baru yang tak menyusahkan,” katanya.
Sumber : m.tempo.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply