Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » PATROLI NELAYAN(PAHLAWAN) LOKAL UNTUK KEAMANAN NASIONAL

doc. kampung-nelayan.com
Pemuda Maritim -Keselamatan dan keamanan laut merupakan isu krusial yang menjadi perhatian global. Berdasarkan laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO)tingkat penangkapan yang bersifat Illegal Unreported Unregulated (IUU) menduduki tingkat produksi terbesar dalam produksi perikanan. Tercatat pada tahun 2014 kerugian negara akibat illegal fishing berkisar 101 triliun rupiah per-tahunnya. Selain menyebabkan kerugian yang besar dalam hal ekonomi kasus IUU juga menyebabkan kerusakan ekosistem yang tinggi terutama terumbu karang.

Terumbu karang memberikan manfaat yang beragam dalam mendukung kehidupan manusia di darat yaitu: perikanan, perlindungan pantai dan wisata (Cesar, 1996). Tercatat dari 21 negara tropis di dunia, Indonesia memiliki terumbu karang terluas diikuti oleh Australia dan Filipina (Wilkinson, 2002). Namun berdasarkan hasil penelitian oleh Burke et al., 2002 lebih dari 70% terumbu karang di Indonesia tergolong dalam kategori kerusakan parah dan sangat parah. Hal ini diindikasikan besar karena adanya praktek penangkapan yang bersifat destruktif dan IUU. 

Isu IUU ditangani dengan ketat di era kementerian Ibu Susi Pudjiastuti. Terbukti berdasarkan informasi yang tertera di halaman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia sebanyak tiga puluh satu kapal illegal fishing berhasil diledakkan. Selain itu, dikeluarkannya Peraturan Presiden No. 115 Tahun 2015 tentang satuan pemberantasan penangkapan ikan secara illegal (illegal fishing) untuk mewujudkan laut masa depan bangsa. Akan tetapi program ini dinilai kurang efektif dan tak jarang hanya berlangsung sebagai seremonial rutin karena minimnya keterlibatan nelayan lokal dalam proses eksekusi dan keberlanjutan kegiatan. 

Keterlibatan nelayan lokal memegang peranan penting dalam menjaga keamanan perairan dan sumberdaya. Tiga contoh kasus yang secara langsung ditemui di lapangan yaitu di Purwodadi (Malang), Bangsring (Banyuwangi) dan Panggul (Trenggalek) melibatkan keaktifan masyarakat dan nelayan lokal dalam melakukan patrolilaut dengan pendekatan bottom up approach. Essai ini dikaji untuk mengangkat bahwa keterlibatan nelayan dan masyarakat lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam upaya menjadi keamanan laut nasional. Patroli nelayan lokal diinisiasi dengan memberikan proses sosialisi, penyadaran dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk memberikan ilmu dan dasar-dasar pengetahuan tentang potensi dan peraturan di wilayah setempat yang kemudian dilanjutkan dengan proses pelatihan sesuai dengan protokol. Seiiring dengan proses sosialisasi, secara perlahan akan ada rasa sadar dan keinginan dari nelayan lokal untuk ikut serta menjaga sumberdaya yang dimiliki yang akan berakhir pada keterlibatan nelayan untuk ikut berpatroli. Keuntungan ganda yang didapatkan dari keterlibatan nelayan lokal selain menjaga keamanan laut dengan patrol rutin juga dapat memastikan bahwa proses peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat terlaksana.

Oleh: Agustin Capriati
Juara III Lomba Esai HNN 2016 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply