Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Pemprov Diminta Beri Subsidi Para Nelayan

Pemuda Maritim - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta untuk memberikan subsisi kepada nelayan-nelayan di teluk Jakarta. Pasalnya, kondisi habitat di Teluk Jakarta sudah sangat tercemar yang mengharuskan nelayan melaut lebih jauh lagi. Terlebih, setelah adanya pulau reklamasi nanti.

“Maka kita minta ke Pemprov, berikan subsidi ke nelayan, karena mereka melautnya semakin jauh. Apalagi, reklamasi di Teluk Jakarta merupakan kebijakan nasional yang tidak bisa ditolak lagi untuk kepentingan masyarakat banyak,” ujar Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI), Yussuf Solichien di Jakarta Pusat, Kamis (26/5).

Menurutnya, sebagai organisasi profesi independen non profit, HNSI mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk nelayan. Begitu pun dengan adanya reklamasi di teluk Jakarta, dia akan terus memperjuangkan kehidupan nelayan agar lebih baik ke depannya.

“Dengan catatan, pemerintah harus memperhatikan hak-hak asasi nelayan. Menurut kami, lebih baik nelayan sedikit tapi sejahtera daripada nelayan banyak tapi miskin. Apakah senang, banyak nelayan tapi kumuh. Apa kita senang, rakyat kita tinggal di wilayah kumuh. Kita nggak mau seperti itu,” katanya.

Dikatakan Yussuf, perairan di Teluk Jakarta sudah sangat tercemar cukup parah sejak lama. Sehingga, jika ada ikan pun yang bisa ditangkap nelayan di sana, sudah dipastikan ikan-ikan tersebut pun ikut tercemar polusi air limbah.

“Teluk jakarta ini yang dibuat reklamasi adalah perairan yang polutaled. Jika ada ikannya pun, akan berbahaya bagi konsumennya. Kalau nelayan tangkap ikan di situ, itu adalah ikan yang sudah berpolusi,” ungkapnya.

Dia tidak menapikkan, meski proyek reklamasi dihentikan sementara, ke depan reklamasi itu tetap akan dijalankan. Untuk itu, dia berharap di ujung pulau-pulau reklamasi itu bisa dibangun pelabuhan perikanan untuk nelayan.

“Bikin pelabuhan perikanan yang lebih modern. Kita nggak mau nelayan tinggal di tempat kumuh lagi. Kami tidak mau hidup nelayan ini kumuh. Makanya, kalau pak Ahok bisa minta 45 persen lahan untuk pemerintah, dari situ bisa digunakan untuk nelayan. Saya setuju nelayan direlokasi ke tempat yang lebih manusiawi, bukan digusur semena-mena,” tegasnya.

Jika belajar ke rumahnya nelayan, yakni Norwegia, kata Yussuf, maka nelayan-nelayan di Indonesia bisa hidup sejahtera. Menurutnya, penghasilan nelayan di Norwegia bisa mencapai 400-500 juta per bulan.

“Namanya nelayan itu, minimal punya 10 kapal. Tapi di kita, nelayan kita masih ABK, masih kru. Makanya, kita mendorong terus agar nelayan ini punya kapal sendiri, dikelola sendiri,” tegasnya.

Momen Hari Ulang Tahun HSNI ke-43, katanya, merupakan waktu yang tepat untuk membangkitkan lagi semangat bahari dan maritim bangsa Indonesia. Dia berharap segala kebijakan negar akan berpihak kepada nelayan sebagai pilar negara maritime

“Kami terus berjuang agar nelayan tetap diberikan subsidi BBM dalam melakukan usahanya. Ketika kebijakam negara tidak berpihak kepada nelayan, maka kami akan berdiri paling depan untuk memperjuangkannya,” katanya.

Dia pun mengapresiasi pemerintah, khususnya kementerian kelautan dan perikanan (KKP) karena aktif memberantas ilegal fishing sehingga membuat nelayan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Sumber : www.koran-jakarta.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply