Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Perlindungan dan Keselamatan Kerja Nelayan Masih Minim

Pemuda Maritim - Dirjen Pengawas Tenaga Kerja Kemenaker Republik Indonesia, mengakui budaya keselamatan kerja masih minim baik sektor formal atau informal.

Untuk itu pihaknya berusaha agar bisa mensosialisasikan mengenai Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja agar bisa zero accident untuk sektor formal maupun informal termasuk bagi nelayan.

"Kita berharap semua nelayan bisa terlindungi keselamatan kerjanya karena mereka tulang punggung keluarga. Kita bersyukur kepada Pak Azhar Romli ada perhatian untuk nelayan. Kalau kami mengadakan kegiatan ini tanpa ada anggaran tambahan tidak bisa terlaksana," ungkap Hilal Suheri dari Dirjen Pengawas Tenaga Kerja Kemenaker, Sabtu (30/4/2016) di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat.

Diakuinya, selama ini sektor informal seperti nelayan belum tersentuh sehingga perlu perlindungan khusus keselamatan kerja. Namun diakuinya selama ini para nelayan sering menganggap biasa padahal resiko yang mereka hadapi saat melaut sangat besar. resiko tersebut.

Untuk itu perlu ada anggaran khusus untuk keselamatan nelayan.

"Mengenai jaminan kecelakaan kerja bisa dipungut berdasarkan hasil tangkapan kerja nelayan untuk iuran atau ditanggung pemerintah. Kita tidak bisa memperkirakan kapan terjadi kecelakaan. Alat K3 ini hanya pelindung," kata Hilal.

Dia juga menyarankan agar nelayan membentuk koperasi yang menaungi dan menjual hasil tangkapan nelayan agar nelayan memiliki posisi tawar yang tinggi jika bergabung dalam koperasi.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply