Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Polair Lampung Tangkap Nelayan Gunakan Bom Ikan

Pemuda Maritim - Polisi Perairan (Polair) Polda Lampung menangkap seorang nelayan yang kedapatan menggunakan bom ikan saat mencari melaut di perairan luar Pulau Belantung, wilayah perairan Teluk Lampung.

Aris (38), warga dusun XI, Gadingjaya I, Labuhan Maringgai, Lampung Timur, diamankan berikut barang bukti berupa kapal KM Baruna I, 10 sumbu peledak atau kip, serta sekitar 50 kilogram ikan campuran hasil tangkapan.

Kanit Tindak Polair Polda Lampung, AKP Resky Maulana, mengatakan penggunaan bahan peledak oleh tersangka dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem biota laut. Akibat perbuatannya, Aris bakal dijerat pasal 1 ayat (1) UU darurat No. 12, tahun 1951 , tentang penyalahgunaan bahan peledak.

Resky mengatakan penangkapan tersangka berawal saat petugas melakukan patroli rutin menggunakan Rubber Boat KP Sikatan 3012 BKO Baharkam Mabes Polri diwilayah hukum perairan Polda Lampung. "Saat itu kami mencurigai sebuah kapal nelayan, selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan," kata Resky, Minggu (8/5/2016).

Mengetahui ada petugas yang mendekati kapalnya, tersangka Aris berusaha meghilangkan barang bukti. Menurut Resky, diduga barang bukti berupa 1 kilogram yang diduga serbuk bahan peledak telah dibuang oleh tersangka ke laut sebelum petugas sampai dikapal tersebut.

"Barang bukti berupa 1 kilogram serbuk yang di duga bahan peledak di buang ke laut, tapi detenator sebagai sumbu ledak di temukan petugas pada saat penggeledahan," kata dia.

Berdasarkan temuan itu, tersangka berikut barang bukti dibawa ke Mako Polair Polda Lampung untuk proses lebih lanjut. "Selain nenerima limpahan berkas awal dan barang bukti, serta melaksanakan pemeriksaan saksi-saksi, kami juga telah mengirimkan barang bukti yang di duga rangkian bahan peledak ke laboratorium forensik, Palembang," kata dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Resky, tersangka Aris mengaku meski dilarang, dirinya nekad menggunakan bahan peledak lantaran hasil tangkapan ikan yang lebih banyak. "Untuk bahan peledak, diakui tersangka merakit sendiri, dengan cara membeli dalam bentuk serbuk," kata Resky.
Sumber : lampost.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply