Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Rodrigo Duterte Bisa Tingkatkan Ketegangan di Laut Tiongkok Selatan

Pemuda Maritim - Ketegangan di Laut Tiongkok Selatan (LTS) tampaknya akan mengeskalasi setelah presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte melontarkan komentarnya yang akan menancapkan bendera Filipina di salah satu pulau buatan Tiongkok di laut sengketa tersebut. 

Selain komentar itu, faktor lainnya yang akan memicu eskalasi ketegangan di LTS adalah sikap Amerika Serikat yang berkukuh menggunakan hak kebebasan bernavigasi di LTS. Tiongkok tidak mengakui keberadaan hak tersebut karena bagi Beijing, LTS adalah teritorinya. Siapapun yang melintasi LTS, maka Tiongkok menganggapnya sebagai pelanggar batas teritori. 

Dalam kasus terbaru, seperti dilaporkan BBC, Selasa 10 Mei 2016, AS kembali mengerahkan kapalnya untuk berlayar mendekati pulau karang Fiery Cross yang masih menjadi sengketa beberapa negara di LTS.
Otoritas Tiongkok selama ini tak mau sebagian wilayah LTS lepas dari teritorinya karena laut tersebut punya posisi yang strategis secara geopolitik dan juga secara ekonomi. 

Dilansir Reuters, Tiongkok mendapatkan penghasilan lima triliun dolar AS dari transaksi perdagangan di LTS. Hal itu pula yang membuat Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan, dan Brunei Darussalam marah karena Tiongkok menguasai sepenuhnya keuntungan ekonomi di laut yang kaya dengan ikan, minyak, dan gas alam tersebut. 

Bahkan Filipina dengan berani membawa kasus LTS ini ke pengadilan internasional di Belanda lantaran tidak ingin Tiongkok menguasai seenaknya kawasan yang kaya dengan ikan dan sumber daya alam lainnya itu.
Pemerintah Filipina menuntut dua wilayah yakni Spartly dan Scarborough di LTS. Kedua wilayah tersebut menjadi perebutan lantaran kaya akan minyak dan gas serta ikan. Hasil putusan pengadilan di Belanda sampai saat ini belum keluar. Dijadwalkan sebelum Mei berakhir, putusan tersebut akan diumumkan pengadilan arbritase di Den Haag.
Sumber :  www.pikiran-rakyat.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply